Sosok Edy Rangkuti Dimata Wartawan Senior, Anggota Dewan 2 Periode Dikenal Dekat Wong Cilik
Selama jadi Anggota DPRD Sumut selama 2 periode Edy Rangkuti dikenal dekat dengan wong cilik bahkan kerap melakukan kegiatan.
TRI BUN-MEDAN.com- Mantan Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Edy Rangkuti tutup usia, Rabu (27/5/2020) sekira pukul 17.30 WIB.
Selama jadi Anggota DPRD Sumut selama 2 periode Edy Rangkuti dikenal dekat dengan wong cilik bahkan kerap melakukan kegiatan.
Lewat akun facebooknya, seorang wartawan senior di Kota Medan, Choking Susilo Sakeh menuliskan tentang kisah persahabatannya dengan mendiang Edy Rangkuti.
"Allah SWT menyayangimu dengan tidak membiarkan kau menghadapi covid-19 saat kau sedang menderita diabetes akut. Kemarin, sekitar pukul 17.30 wib, Allah SWT memanggilmu ke haribaan Nya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa'fuhanhu. Amin," ujar Choking di media sosial facebook.
Choking bilang telah berteman dengan Edy Rangkuti sejak 1980-an.
Kala itu, mereka berdua masih kuliah di Universitas Sumatera Utara.
"Kami sama-sama sok berkesenian. Di Teater Propesi, aku dan Edy, aktif bersama As, Atmadi, Chairil Siregar, Sugeng Satyadharma, Zaidi Moenibra, alm. Hasan Saibani dan banyak lainnya," katanya.
Lebih lanjut, mereka juga kerap menulis. Mulai dari menulis puisi, cerpen, artikel seni.
Dalam aktivitas menulis ini, kami pernah menyelenggarakan Pertemuan Penulis Muda Sumut tahun 1897 di Taman Budaya Medan. Edy sebagai Ketua, dan aku Sekretarisnya," ujarnya.
Sukses membuat pertemuan penulis muda, lanjut dia, setahun kemudian mereka menerbitkan tabloid budaya bernama Identitas Nami.
"Edy sebagai Pimpinan Umum dan aku sebagai Pimpinan Redaksi. Sayang, tabloid ini tak berumur panjang," kenangnya.
Kemudian, mereka berdua pernah menjadi redaktur di tabloid BSF.
"Kami bersama sejak BSF berkantor di Jln SM Raja/Pandu Baru, hingga ke Jln Orion Medan saat dipimpin almarhum Suhu Syahrun Isa . Namun saat pindah ke Jln Sidorukun, aku berhenti dari BSF. Dan Edy lanjut bersama antara lain Sulben Siagian, Hardi Mulyono, Sugeng Satyadharma dan lainnya," ujarnya.
"Kebersamaan kami yang lain, adalah aku sering terkapar di rumahnya, dan Edy sering terdampar di rumahku," ujarnya.
Teman Rasa Keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/edy-rangkuti.jpg)