Ebola Mengganas Lagi, Kongo Ditimpa Pandemi Covid-19 hingga Wabah Campak

Tak hanya menghadapi Pandemi Virus Corona, tapi negara ini juga disibukkan pemunculan kembali wabah ebola dan wabah campak.

Editor: Tariden Turnip
John Moore / Getty Images
Ebola Mengganas Lagi, Kongo Ditimpa Pandemi Covid-19 hingga Wabah Campak. Foto ini memperlihatkan seorang wanita yang menangisi mayat saudari perempuannya karena terinfeksi virus Ebola. 

Tak hanya menghadapi Pandemi Virus Corona, tapi negara ini juga disibukkan pemunculan kembali wabah ebola dan wabah campak.

Lima orang, termasuk seorang gadis berusia 15 tahun, dilaporkan telah meninggal dunia akibat wabah ebola baru di Republik Demokratik Kongo.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bantuan kemanusiaan bagi anak-anak atau Unicef menyebutkan, total ada sembilan kasus ebola yang telah dilaporkan di Kongo

"Empat orang tambahan yang tertular virus ebola. Semua orang yang pernah kontak dengan orang yang meninggal dan termasuk anak, sedang dirawat di unit isolasi di Rumah Sakit Wangata di Mbandaka," demikian Unicef dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN.

"Kasus kematian terjadi antara 18 Mei dan 30 Mei tetapi mereka hanya dikonfirmasi sebagai yang berhubungan dengan ebola," tambah Unicef.

Sebelumnya Senin, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus tweeted menyebutkan, enam kasus telah dilaporkan di Mbandaka, di provinsi Equateur barat laut Kongo.

Ini adalah wabah ke 11 di Kongo dari virus yang berpotensi mematikan, yang ditularkan oleh cairan tubuh dan memiliki tingkat kematian sekitar 25% dan 90%, tergantung pada wabahnya.

Republik Demokratik Kongo masih berjuang untuk mengakhiri wabah ebola yang dimulai pada 2018 di bagian timur negara itu.

Menurut WHO, sejauh ini terdapat 3.406 kasus virus ebola telah dilaporkan, dengan 2.243 kematian.

Belum ada kasus baru dalam 21 hari terakhir dalam wabah tersebut. Karena ebola memiliki masa inkubasi 21 hari, yang menunjukkan wabah mungkin terkendali, tetapi WHO menunggu dua periode inkubasi penuh, atau 42 hari, untuk memastikan sebelum menentukan bahwa wabah telah berakhir.

"Pengumuman wabah ebola itu muncul, sementara negara itu juga memerangi corona (Covid-19) dan wabah campak terbesar di dunia," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Negara Afrika tengah itu telah melaporkan 3.195 kasus virus corona dan 72 kematian.

Sejauh ini epidemi terburuk yang mempengaruhi Kongo adalah campak, yang telah menginfeksi hampir 370.000 orang dan membunuh 6.779 sejak 2019.

Apa Itu Virus Ebola? 

Virus ebola termasuk dalam famili Filoviridae yang mencakup tiga kelompok, yaitu Cuevavirus, Marburgvirus, dan Ebolavirus. Dalam genus Ebolavirus, enam spesies ditemukan yaitu di Zaire, Bundibugyo, Sudan, Tai Forest, Reston, dan Bombali.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved