Alasan Pelukis Tidak Gambar Sosok Ayah pada Kaleng Khong Guan
Pelukis akhirnya mengungkap alasan tak ada sosok ayah dalam kaleng biskuit Khong Guan.
TRI BUN-MEDAN.com - Pelukis akhirnya mengungkap alasan tak ada sosok ayah dalam kaleng biskuit Khong Guan.
Biskuit Khong Guan telah menjadi camilan popular dan melegenda di Indonesia.
Hidangan ini tidak hanya disajikan pada hari-hari besar, seperti Hari Raya Idul Fitri.
Akan tetapi, untuk camilan sehari-hari, biskuit kemasan kaleng ini juga kerap disajikan.
Setelah isinya habis pun, biasanya kaleng tidak langsung dibuang.
Melainkan digunakan untuk wadah makanan lain, seperti kerupuk, keripik, dan rengginang.
Sebenarnya, tidak ada perubahan berarti pada penampilan kaleng biskuit tersebut.
• Potret Rumah Sakit Terburuk di Dunia, Tak Ada Listrik & Air Bersih, Pasien Terlantar Tak Terawat
Warna merah dan gambar deretan biskuit yang bisa dinikmati di dalamnya menghiasi kaleng.
Namun, satu hal yang paling diingat dari kaleng biskuit itu, yakni lukisan ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit.
Uniknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu.
Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, pelukis gambar itu adalah Bernardus Prasodjo.
Bernadus mengaku, sebenarnya dia tidak tahu persis alasan ketiadaan sosok ayah dalam gambar itu.
• Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Keponakan Prabowo Berambisi Jadi Bacalon Walkot Tangsel
Meski demikian ia memiliki sebuah teori.
"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ," jawab Bernardus.
"Karena yang belanja ibunya kok," lanjut pria yang kini aktif dalam pengobatan prana tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-bernardus-prasodjo.jpg)