News Video
Manusia Silver di Medan Ditangkap, Aksi yang Terorganisir?
Aksi manusia silver di Kota Medan sejak beberapa bulan lalu mendapat sorotan oleh Pemko Medan hingga digelar razia
TRI BUN-MEDAN.com - Aksi manusia silver di Kota Medan sejak beberapa bulan lalu mendapat sorotan oleh Pemko Medan.
Satpol PP Kota Medan pada Rabu (3/6/2020) sore, menggelar razia terhadap para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS).
Belasan manusia silver ditangkap dari beberapa titik persimpangan lampu merah.
Selain manusia silber, petugas turut mengamankan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beberapa di antaranya masih anak-anak.
Tonton video:
Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, usai diamankan para manusia silver dan gepeng tersebut langsung digelandang ke Dinsos Kota Medan untuk didata.
"Total ada sekitar 37 yang diamankan. 12 diantaranya manusia silver, 25 gelandangan dan pengemis yang empat di antaranya anak-anak," kata Kepala Dinsos Medan, Endar Sutan Lubis.
Endar menjelaskan para manusia silver tersebut merupakan anak-anak muda yang rela mengecat tubuhnya dan kemudian malah meminta sumbangan.
Dia mengatakan meski dalam masa tanggap darurat covid-19 saat ini, pihaknya tetap melaksanakan penertiban terhadap PMKS terutama yang mencoba mencari penghasilan di jalanan sehingga menggangu ketertiban.
"Belakangan ini memang kami agak mengurangi intensitas penertiban ini karena salah satu yang kami khawatirkan bahwa kita tidak tahu yang di jalanan ini apakah dia juga terpapar Covid-19 atau tidak. Sehingga kalau kita sembrono tidak ikuti protokol penanganan covid ini, kami khawatirkan malah petugas yang jadi terpapar dan tidak sadar malah jadi carier (pembawa virus) dah bisa satu kantor terpapar," jelasnya.
Lebih lanjut kata Endar, ke depan pihaknya bersama Satpol PP akan kembali menggencarkan penertiban terhadap para gepeng dan manusia silver jika ditemukan tetap melakukan aksinya.
Ke depan saat melakukan penertiban, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa didampingi oleh tenaga kesehatan.
"Ke depan kami harus didampingi tenaga medis. Jadi nanti setelah ditertibkan tentunya harus diperiksa dulu oleh tenaga medis," kata Endar.
Saat disinggung apakah maraknya aksi silver man yang tergolong ini merupakan sebuah kegiatan yang terorganisir, Endar belum bisa memastikannya.
"Kalau sampai ke sana kami saat ini belum ada menyelidiki," imbuhnya.
Namun Endar mengatakan terkait semakin maraknya para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) lewat aksi silver man ini, pihaknya akan melakukan penyidikan.
Jika pihaknya memang menemukan bahwa gepeng dan orang terlantar yang diamankan merupakan orang yang sama berulang kali maka pihaknya tentu akan menyelidiki.
Menurutnya Bisa jadi itu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh komplotan yang terorganisir.
"Dalam melakukan penertiban PKMS kita tidak sekadar rutinitas. Jika kita lihat kok dia-dia saja tetap melakukan itu maka kita akan analisis dan melakukan penyelidikan," tegasnya.
Lebuh lanjut kata Endar, dalam melakukan penyelidikan, pihaknya juga tentu akan bekerja sama dengan aparat berwajib.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada warga yang sampai melakukan kegiatan semacam itu yang dapat mengganggu ketertiban dan rasa aman masyarakt banyak.
• BERITA PENERBANGAN: 31 Hari, Pergerakan di Bandara Internasional Kualanamu Capai 613.654 Penumpang
• Syarat Refund Dana Haji, Selain Lengkapi Dokumen dan Data Bukti Asli Setoran Bipih
"Kalau memang ditemukan seperti ada seperti yang mengkoordinir maka kami akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan," pungkasnya.
(can/tri bun-medan.com)