570 Calon Murid Perebutkan Dua Ratusan Kursi di MTsN 2 Deliserdang

Mulai dari proses pendaftaran hingga pengumuman bisa dilihat disitus www.mtsn2deliserdang.sch.id

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Indra Gunawan
Para siswa MTsN 2 Deliserdang dan Walimurid keluar dari lingkungan sekolah setelah mengambil SKHU, Jumat (5/2/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Deliserdang masih menjadi sekolah terfavorit dan banyak peminatnya pada tahun ini.

Pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini jumlah pendaftar mencapai 570 orang.

Sementara kuota murid yang bakal ditampung hanya 256 orang.

Kepala MTsN 2 Deliserdang, Muhammad Syukur menyebut 256 orang itu untuk menempati 8 kelas yang tersedia.

Pelaksanaan pendaftaran sudah dimulai sejak 6 hingga 13 Mei.

Pelaksanaan seleksi PPDB yang mereka lakukan mengikuti petunjuk dari Kementerian Agama.

Diakui kalau pada saat ini terjadi penurunan sedikit jumlah peminat dibanding tahun sebelumnya karena dulu bisa mencapai 600 orang pendaftarnya.

" Agak berkurang hanya sedikit saja tapi, ya mungkin karena online ini. Kalau kita hanya menjalankan apa yang diarahkan saja dari pusat. Seleksinya berdasarkan nilai rapot ini pointnya 45 persen, baru tes baca Alquran 35 persen dan sisanya ujian tertulis 15 persen. Ujian tertulis inikan online dan mengerjainya di rumah ya kita tidak tahu jugakan siapa yang membantu mereka di rumah. Tapi memang begitu lah petunjuknya yang kita dapat untuk ujian tertulis dilakukan secara online,"ucap Muhammad Syukur Jumat, (5/6/2020).

Wakil Kepala Sekolah MTsN 2 Deliserdang bidang Humas, Ahmad Fauzi menambahkan untuk pengumuman hasil seleksi PPDB akan diumumkan pada 10 Juni mendatang.

Mulai dari proses pendaftaran hingga pengumuman bisa dilihat disitus www.mtsn2deliserdang.sch.id. Karena situasi pandemi Covid-19 saat ini ada perbedaan pelaksanaan PPDB tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

" Sekarang yang kita pakai juga nilai rapot SD yang dari kelas V sampai kelas VI. Kelas V dilihat juga karena kelas 6 karena situasi sekarang ini hanya setengah semester. Kalau dulu tidak pakai nilai rapot karena pakai SKHU. Untuk tes baca baca Alquran ya dilakukan melalui whats app. Kalau dulu semua kan langsung sekarang ini ya gitulah melalui online termasuk ujian tertulisnya,"ucap Ahmad Fauzi.

Untuk pelaksanaan ujian tertulis dilakukan sejak 4 Juni dan terbagi dalam dua gelombang. Untuk tes baca Alquran dilakukan mulai dari 5 sampai 6 Juni.

Tes baca Alquran ini akan dinilai langsung oleh guru yang merupakan qori.

" Kalau ujian tertulis ada 40 soal ya memang ini tidak bisa kita pastikan siapa yang mengerjakan karena online. Waktunya ada 90 menit yang disediakan untuk para peserta. Tapi kalau yang baca Alquran mana bisa dibantu-bantu. Yang jelas hanya ada 256 yang kita ambil. Satu kelas nanti maksimal 32 orang makanya tidak bisa banyak-banyak karena sesuai peraturan seperti itu,"kata Fauzi.

Pantauan www.tribun-medan.com sekolah MTsN 2 Lubukpakam ini masih tetap ramai dikunjungi.

Meski calon peserta murid baru tidak datang ke sekolah karena semua aktivitas dilakukan dari rumah namun suasana di lingkungan sekolah pada saat ini banyak didatangi oleh pelajar yang sudah lulus.

Mereka datang ke sekolah dan sebagian datang bersama orangtuanya untuk mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) untuk proses pendaftaran ke tingkat SMA sederajat.

(dra/tri bun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved