Pelaku Wisata Bukit Lawang Menjerit, Pekerja Dirumahkan, Kadis Pariwisata Usahakan Pengadaan Bantuan

Bukit Lawang terkenal dengan hutan tropisnya yang masih alami, sungai-sungai yang mengalir jernih di dalam hutan, lokasi kemping yang sejuk,

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
DESTINASI wisata Bukit Lawang di Kabupaten Langkat. 

TRI BUN-MEDAN.com, STABAT - Sudah hampir empat bulan penuh sejak Maret, destinasi wisata di Kabupaten Langkat lumpuh total dampak Covid-19.

Pihak Pemkab Langkat mengambil kebijakan menon-aktifkan semua destinasi wisata.

Salah satu destinasi wisata yang paling terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara adalah Bukit Lawang.

Kehidupan masyarakat terbantu secara ekonomi, begitu juga menjadi sumber pemasukan retribusi daerah bagi Kabupaten Langkat.

Bukit Lawang terkenal dengan hutan tropisnya yang masih alami, sungai-sungai yang mengalir jernih di dalam hutan, lokasi kemping yang sejuk, hingga destinasi jungle trackingnya.

Lokasinya dapat ditempuh dua jam perjalanan darat dari Kota Binjai.

Namun sejak Covid-19, wisman sudah tidak dibolehkan menikmati keindahan panorama alam, apalagi menginap atau kemping di Bukit Lawang.

Kondisi yang membuat pelaku usaha jasa dan ekonomidi lokasi wisata Bukit Lawang meradang.

Marketing Rindu Alam Hotel, Delta Surbakti mengatakan pihaknya terpaksa tutup dan mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat untuk menutup sementara hotel. Kebijakan ini bahkan belum tahu sampai kapan harus mereka jalani tanpa bantuan pemerintah.

"Kami ini ikuti arahan pemerah Kabupaten Langkat. Ada kebijakan sudah tutup Bukit Lawang. Kami sudah tidak aktif sejak Maret silam. Hingga saat ini belum ada arahan kebijakan seperti apa menyikapi era Normal Baru," kata Delta Surbakti, Selasa (9/6/2020).

Dibeberkan Delta Surbakti, karena tidak ada aktifitas, terpaksalah mereka merumahkan puluhan pekerjanya.

Pemkab Langkat Batasi Wisman ke Tangkahan dan Bukit Lawang

Mereka tidak sanggup jika harus memberi gaji pekerja karena tidak ada pengunjung dan putaran ekonomi di Bukit Lawang.

"Mau nggak mau, ada 50-an lah pekerja sudah kami rumahkan mereka. Yang bertahan ada beberapa, itu pun kami gaji separuh saja dari biasanya. Kami berharap bisa lekas aktif kembali, agar pekerja yang dirumahkan bisa dipanggil kembali, dan produktif. Kasihan juga mereka siapa yang memperhatikan, mereka juga punya keluarga," ujarnya.

Yang sangat disesalkan, sejak wisata Bukit Lawang ditutup karena Covid-19, belum ada sama sekali perhatian Dinas Pariwisata atau pun dinas terkait untuk memperhatikan nasib pekerja jasa atau hotel yang dirumah hingga tidak punya penghasilan lagi. Pihak Pemkab Langkat belum memberi kepastian soal ini kapan ada bantuan.

Pesona Wisata Bukit Lawang, Menyusuri Hutan Berpetualang Menuju Penangkaran Orangutan

Kadis Pariwisata Langkat, Nur Elly dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya memang belum bisa membuka kembali kawasan pariwisata Langkat, alasannya karena Langkat tidak termasuk zona yang sudah boleh menerapkan Normal Baru. Nur Elly lebih mengutamakan keselamatan orang banyak.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved