Breaking News:

Update covid19 Sumut 10 Juni 2020

BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Medan Tembus 421 Orang, Tren Kasus Corona Meningkat

jumlah warga Kota Medan yang positif tertular coronavirus disease 2019 (Covid-19) semakin meningkat.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Salomo Tarigan
Tri bun-Medan.com/Maurits Pardosi
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution 
Laporan Wartawan Tri bun Medan, Chandra Simarmata
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -
Angka pasien positif Covid-19 di wilayah Kota Medan masih menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 Pemko Medan, hingga Rabu (10/6/2020) siang tercatat jumlah pasien positif terinfeksi virus corona sudah menembus angka 421 orang.
Jumlah ini meningkat 7 kasus dari sehari sebelumnya.
Selain peningkatan jumlah pasien positif, angka kesembuhan juga bertambah 1 menjadi total 122 orang. 
Sedangkan, untuk jumlah korban meninggal akibat positif covid-19 mencapai 33 orang, dan tercatat 266 pasien covid tengah dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat saat ini tercatat ada 85 orang. 
Kemudian PDP meninggal sebanyak 69 orang dan warga berstatus PDP yang sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing tercatat berjumlah 772 orang.
Lebih lanjut, untuk jumlah orang berstatus dalam pemantauan (ODP) yang saat ini sedang dalam proses pemantauan tercatat sebanyak 23 orang.
Sedangkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masuk dalam pantauan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kota Medan kini sebanyak 345 orang, dan 54 Orang untuk warga berstatus Pelaku Perjalanan (PP) yang dipantau.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, jumlah warga Kota Medan yang positif tertular coronavirus disease 2019 (Covid-19) semakin meningkat.
Peningkatan ini diketahui dari hasil pelaksanaan rapid test secara massal yang dilakukan kepada warga Kota Medan belakangan ini. 
Dia menjelaskan, dengan rapid test yang dilakukan, warga yang selama ini terlihat sehat ternyata positif terpapar virus corona. “Kita sepertinya tengah menuju puncak kurva, insya Allah setelah itu akan mengalami penurunan,” ungkap Akhyar, Selasa (9/6/2020).
Adapun sebagai salah satu langkah mencegah penularan, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution sebelumnya juga menekankan agar seluruh warga yang melakukan aktifitas di wilayah Kota Medan agar wajib menggunakan masker saat berada di luar rumah dan protokol kesehatan lainnya.
Apalagi organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) juga telah mengeluarkan anjuran kepada seluruh masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih mewabah.
"Seluruh warga yang berada di Kota Medan diwajibkan untuk menggunakan masker. Upaya ini dilakukan untuk mencegah diri agar tidak tertular atau mungkin menularkan virus ke orang lain,” kata Akhyar.

PESAN GUBERNUR Edy Rahmayadi pada Wali Kota/Bupati

Draf aturan mengenai kebijakan terkait persiapan Normal Baru (New Normal) yang digodok Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara nodirencanakan akan dikirimkan ke seluruh kabupaten/kota pada 13 Juni mendatang.

Sembari menunggu, Gubernur Edy Rahmayadi meminta agar bupati/walikota mempersiapkan kajian sesuai kondisi wilayah masing-masing.

 Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi melalui video konferensi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan kepala daerah atau yang mewakili dari seluruh kabupaten/kota se-Sumut, Selasa (9/6/2020).

Turut hadir mendampingi Gubernur yakni Asisten Administrasi dan Pemerintahan Setdaprovsu Arsyad Lubis dan Tim GTPP Sumut di Posko GTPP Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman, Kota Medan.

 “Aturan itu tidak bisa kita berlakukan sama di semua daerah karena kondisi masing-masing berbeda-beda. Untuk itu, draf yang kami kirimkan nantinya mohon dikaji, baik ditambahi atau dikurangi, sesuai dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing, sembari menunggu draf ini, sudah bisa dibahas, disusun atau uji coba. Dengan catatan tidak keluar dari ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat,” jelas Edy.

 Usai melakukan improvisasi, lanjut Edy, draf masing-masing kabupaten/kota dikembalikan ke GTPP Covid-19 Sumut untuk finalisasi dan menjadi produk yang akan direkomendasikan kepada pemerintah pusat, khususnya GTPP Pusat dan Kementerian Kesehatan.

Jika sudah disetujui, produk tersebut akan menjadi aturan yang diberlakukan di Sumut pada masa kehidupan Normal Baru.

 “Kajian ini kita lakukan agar apa-apa saja yang menjadi keputusan kita di masa mendatang merupakan buah dari pertimbangan-pertimbangan yang sudah kita sepakati bersama. Kalian adalah yang paling tahu situasi di sana dan kemampuan kalian dalam menanganinya. Jangan terburu-buru untuk menentukan segala sesuatu,” pesan Edy.

 Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Utara (Taput) Indra Sahat Simare-mare mengatakan, Pemkab Taput telah melakukan uji coba atau simulasi di masa transisi. Simulasi dilakukan di rumah-rumah ibadah.

“Nantinya ketika draf sudah datang, kami akan lakukan penyesuaian sesuai kondisi yang kami rasakan di sini. Baik itu berdasarkan kondisi kasus, kemampuan penanganan dan pertimbangan lain,” ucap Indra.

 Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi memberikan masukan agar penetapan aturan di suatu wilayah tidak hanya berdasarkan zona warna, tetapi juga sebaran data statistik.

Lantaran hal ini dianggap lebih memudahkan menghasilkan peraturan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

“Karena terkadang penyebaran kasus itu hanya ada di satu RT, bukan seluruh kabupaten. Jadi, menetapkan aturan normal baru, saran saya mempertimbangkan penyebaran kasus,” saran Umar.

(Can/wen/Tri bun-medan.com)
BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Medan 421 Orang, Tren Peningkatan Kasus Corona
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved