Pandemi Corona dan Minimnya Paslon Ditengarai Pengaruhi Tingkat Pemilih di Binjai
Minimnya jumlah pasangan calon dan merebaknya virus Covid-19 ditengarai akan menurunkan jumlah partisipasi masyarakat pada Pilkada 2020 di Binjai
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-Komisioner KPU Binjai, Arifin Saleh mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU RI terkait penyelenggaraan Pilkada 2020.
Kata Arifin, adapun poin utama yang dibahas menyangkut target partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan.
Dari analisa KPU Binjai, minimnya jumlah pasrtisipasi masyarakat turut mempengaruhi jumlah pemilih.
• Sekda Kota Medan: Penambahan Anggaran Pilkada Serentak 2020 Tidak Mungkin Dilakukan
"Dengan hanya dua atau tiga paslon, kan kurang mengakomodasi adanya pilihan-pilihan masyarakat.
Dari pihak paslon secara akan mengeluarkan dana yang besar untuk fokus merangkul parpol," katanya, Rabu (10/6/2020).
Selain itu, lanjut Arifin, faktor lain yang membuat minimnya partisipasi masyarakat adalah perbedaan janji kampanye dengan realitas politik di tiap daerah.
Masyarakat menilai, materi kampanye calon terkait pengelolaan anggaran dan janji-janji yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
• Sosok Paranormal Ki Gendeng Pamungkas, Santet Bush, Maju Pilkada, hingga Ditangkap Polisi Kasus SARA
"Janji kampanye belum sebangun dengan realitas keadaan tingkat nasional, seperti masih adanya praktik korupsi.
Sehingga, realitas itu membuat masyarakat ragu adanya pemerintah yang bersih," katanya.
Terkait Covid-19, sambung Arifin, aktivitas sosialisasi dan pendidikan kepada pemilih oleh penyelenggara pilkada terhambat.
Bahan kampanye yang disediakan KPU dipahami masyarakat secara politis dilakukan oleh pasangan calon.
Sedangkan tatap muka oleh penyelenggara semakin berkurang akibat panemi Covid-19.
• Gelar Rakor Persiapan Pilkada, Mendagri Beber Alasan Pilkada Serentak Tetap Dilaksanakan
"Diprediksi, partisipasi pemilih akan turun karena Covid-19 ini.
Dari status bencana Covid-19 jelas memengaruhi partisipasi, baik itu kekhawatiran datang memilih, agenda dan sistem kampanye yang terdampak Covid-19.
Target partisipasi nasional turun jadi 77,7 persen dari sebelumnya 82 persen," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kpu-binjai-12.jpg)