Voluntourism, Alternatif Solusi Pemulihan Sektor Pariwisata di Masa New Normal
Voluntourism bisa menjadi solusi tepat untuk pemulihan sektor pariwisata di masa new normal.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebuah konsep pariwisata yang berbasis kerelawanan dan solidaritas menjadi rekomendasi baru arah sektor pariwisata di fase new normal. Konsep ini disebut Volumtourism, yang bermakna melakukan perjalanan wisata sambil menjadi sukarelawan.
Voluntourism ini dibahas dalam webinar bertajuk Voluntourism Is Powerful Tool For Tourism and Community Development yang diadakan oleh Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Sabtu (13/6/2020).
Dalam webinar tersebut, staf ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh menerangkan, voluntourism bisa menjadi solusi tepat untuk pemulihan sektor pariwisata di masa new normal.
"Pandemi Covid-19 yang melahirkan krisis di banyak bidang kehidupan memberikan peluang bagi masyarakat sipil dan pemerintah untuk memperkokoh solidaritas sebagai kenormalan baru. Tingkat kerelawanan tinggi yang dimiliki penduduk Indonesia merupakan bekal strategis untuk mewujudkan kenormalan baru tersebut," ujar Frans dalam uraiannya mengenai Voluntourism.
Dikatakannya, berdasarkan Indeks Kesejahteraan Legatum (Legatum Prosperity Index) 2019, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kesukarelawanan tertinggi di dunia.
• Pelaku Wisata Bukit Lawang Menjerit, Pekerja Dirumahkan, Kadis Pariwisata Usahakan Pengadaan Bantuan
"Dalam satu dekade terakhir, semakin besar proporsi penduduk yang melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial dan sipil," tambahnya.
Frans kemudian menjelaskan mengenai co-creation dan co-evolving dalam konteks Voluntourism di masa kenormalan baru. Menurutnya ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
"Yang pertama adalah bagaimana kita bisa menyusun perjalanan tanpa pelayanan langsung atau tanpa bersentuhan. Hal ini memungkinkan tidak adanya interaksi langsung mulai dari bandara ke hotel dan sebaliknya," jelasnya.
Dalam persyaratan perjalanan wisata, lanjut Frans perlu kiranya menyusun protokol dan standar paspor kesehatan. Pembelanjaan segala kebutuhan juga dialihkan kepada penggunaan teknologi digital.
"Kepedulian warga dalam program voluntourism yang dijalankan juga sangat penting demi menjaga solidaritas sosial dan modal sosial tetap ada dan dimiliki bersama. Dan yang terakhir adalah bagaimana kepedulian terhadap aktivitas leisure dan peduli terhadap alam, budaya, lingkungan, dan sesama," tuturnya dalam webinar tersebut.
Dalam penerapan voluntourism ini, Frans mengatakan terdapat beberapa ciri-ciri dan karakter. Ciri-ciri tersebut adalah education atau pendidikan, kontribusi, aktivitas hiburan, dan penguatan komunitas.
"Pendidikan dari seorang voluntourist sangat mempengaruhi hal-hal yang dapat diterapkan atau dicontohkan kepada masyarakat sesuai dengan keahlian atau passion yang dimiliki. Seorang voluntourist juga harus memiliki jiwa sosial yang lebih besar daripada wisatawan lainnya, sehingga kontribusinya sangat dibutuhkan dalam hal ini," katanya.
• BERITA FOTO Hari Pertama Dibuka di Tengah Pandemi, Istana Maimun Ramai Dikunjungi Wisatawan
Diterangkannya, pengembangan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat kapasitas kepercayaan, ketahanan diri, adaptif dan tetap kreatif dan berkarya melalui inovasi, risk management, tranfer pengetahuan dan psikoterapi.
Bagi Frans, strategi pariwisata pasca Covid-19 haruslah menekankan nilai-nilai menuju Indonesia yang berkelanjutan atau sustainable. Ia kemudian membaginya menjadi lima lilar yakni keamanan, kesehatan, kebersihan, brand, dan value.
"Tren pariwisata akan mengalami perubahan. Pandemi covid-19 menimbulkan disrupsi, wisatawan akan mengedepankan aspek safety dan hygiene. Oleh karena itu pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder terkait harus mampu beradaptasi atau menciptakan inovasi sebagai respon terhadap perubahan situasi sekaligus meningkatkan daya saing dan mencegah covid gelombang kedua," pungkasnya. (cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/webinar-voluntary.jpg)