Taman Buaya Asam Kumbang Kesulitan Dana, Pengelola: Terpaksa Terima Pengunjung, tapi Dibatasi

Taman Buaya Asam Kumbang belum dibuka secara resmi. Namun, akibat hampir dua bulan lebih ditutup secara total, pengelola terpaksa menerima pengunjung

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Kondisi Taman Buaya Asam Kumbang, Medan, Minggu (14/6/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa warga tampak menikmati suasana di Taman Buaya Asam Kumbang, Jalan Bunga Raya II, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Minggu (14/6/2020).

Taman Buaya Asam Kumbang belum dibuka secara resmi. Namun, akibat hampir dua bulan lebih ditutup secara total, yang berimbas kesulitan dana, pengelola terpaksa menerima pengunjung yang terkadang sudah terlanjur datang ke lokasi.

Pengelola Taman Buaya, Lim mengungkapkan bahwa sebelumnya ia selalu menolak pengunjung yang ingin datang berwisata di Taman Buaya.

"Kita sudah tutup selama dua bulan, untuk pengunjung yang menelepon ingin datang selalu saya tolak. Namun, kadang ada beberapa warga yang jauh dari luar kota datang ke sini, ya terpaksa kita terima," ungkap Lim kepada Tri bun-Medan.

Bocah 12 Tahun Asal Medan Tewas Tenggelam di Danau Toba, Baru Ketahuan Setelah Nakhoda Kapal Teriak

TERNYATA Laju Penyebaran & Penularan Covid-19 di Sumut Saat Ini Tertinggi Se-Indonesia, Angka Rt 1,7

KPK Sebut Kota Medan Nomor Satu Terbanyak Keluhan Bansos, Ini Tanggapan Gugus Tugas Medan

Lim menegaskan bahwa Taman Buaya Asam Kumbang ini belum dibuka secara resmi.

Untuk Minggu ini dibuka, karena sudah ada beberapa warga yang sangat berharap ingin berkunjung ke Taman Buaya tersebut.

"Kita tidak buka tiap hari, baru Minggu ini. Karena kita belum buka secara ramai-ramai jadi maksimal hanya 10 pengunjung saja kita terima. Kalau untuk dibuka secara umum belum ya. Kalau orang yang sampai biar jangan kecewa kalau tutup lama-lama ya bagaimana," tuturnya.

Kondisi buaya Asam Kumbang juga dapat dibilang memprihatinkan akibat imbas dari Covid-19.

Hal ini terlihat dari lebih 1.000 ekor buaya di tempat ini tampak kurang terawat.

Lim menuturkan selain kesulitan memberi pakan buaya, ia juga mengakui bahwa saat ini sulit untuk membiayai para pekerja secara penuh.

"Untuk makan buaya ini hemat-hemat lah. Bagaimana lagi. Gaji pegawai udah tidak tahan secara penuh. Mau tahan sampai kapan, bisa mengerjakan sendiri ya takut kita udah tua," ujar Lim.

Uji Swab Mandiri Agar Bisa Kembali Bekerja di Palembang, Warga Asahan Ini Ternyata Positif Covid-19

Junshaq jay, pengunjung asal Medan ini tampak terlihat melihat koleksi beberapa buaya di penangkaran buaya tersebut. Ia menuturkan bahwa kondisi masih sepi dan berharap agar tempat wisata ini dapat aktif seperti sedia kala.

"Hari ini saya lihat mulai aktif kembali, tapi pengunjungnya masih sepi belum ramai karena kondisi juga. Harapannya agar Covid-19 ini segera berakhir agar tempat wisata jadi aktif kembali, lebih dikenal lagi dan dilestarikan lagi," pungkas Junshaq.

(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved