Kisah Keris Ken Arok Buatan Empu Gandring, Benarkah Keris Pembuat Petaka? Simak Ulasannya Berikut

Pekerjaan membuat keris bermutu hanya dimiliki segelintir empu yang mempunyai jiwa seni tinggi.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Antara Sumsel
Ilustrasi keris. (Antara Sumsel) 

"Ibarat keris itu seperti burung perkutut ataupun kuda. Tidak ada standar harganya. Semuanya tergantung dari yang ingin memiliki. Ada sebuah keris yang harganya bisa mencapai 50 juta rupiah."

TRIBUN-MEDAN.COM - Tak bisa dipungkiri, pekerjaan membuat keris bermutu hanya dimiliki segelintir empu yang mempunyai jiwa seni tinggi.

Apalagi karena pada umumnya keris dibuat dengan maksud dan manfaat untuk kebaikan manusia pada umumnya.

Salah besar jika orang menganggap keris buatan Empu Gandring yang dipakai oleh Ken Angrok adalah keris baik.

Keris semacam itu justru bisa disebut keris buruk, misproduct atau salah kedaden, karena membawa malapetaka bagi orang banyak.

Meski tetap ada kekecualian, misalnya keris yang memang dibuat untuk tujuan membunuh orang.

Salah satu dari sedikit empu yang masih berkarya adalah, Empu Jeno Harumbrojo (60), yang tinggal di Desa Gatak, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta.

Berperakawan kurus tapi sehat, berkacamata tebal tapi tidak angker, Jeno bukan sembarang empu.

Bila ditunat ke muaranya, ia masih keturunan empu kondang di zaman Majapahit terakhir, Empu Tumenggung Supodriyo.

Empu Jeno adalah salah seorang dari tiga pewaris kepandaian ayahnya, Empu Supowinangun.

Dua pewaris lain yakni kakaknya sendiri, sudah menanggalkan keterampilannya.

Meski sama-sama pandai besi, seorang empu memiliki dasar teknik penggarapan yang amat berbeda dengan kolega mereka yang membuat parang, cangkul, sabit dll. Kalangan konsumen mereka pun berbeda.

Proses pembuatan sebilah keris melewati beberapa tahap yang masing-masing memerlukan ketelitian, kesabaran dan kerja berat baik jasmani maupun rohani.

"Sebelum memulai pembuatan keris, terutama keris bertuah, saya harus melakukan olah rohani yakni berpuasa memohon kepada Tuhan agar mengabulkan permintaan kita sesuai dengan tujuan apa keris ini dibuat," ujar Empu Jeno.

Ada keris yang dibuat supaya mendatangkan keselamatan bagi si pemilik, menambah lancarnya rezeki atau prestasi kerja dan sebagainya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved