Peduli Nasib Pemulung, YPPS dan GBI Jemaat Nibung Raya Bantu Pemulung Dapatkan Identitas Penduduk
Pihak gereja tengah membutuhkan bantuan untuk mengurus administrasi para pemulung dan gelandangan agar bisa menerima bantuan dari pemerintah.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera (YPPS) dan Gereja Bethel Indonesia Jemaat Nibung Raya mengadakan perjanjian kerjasama untuk membantu para pemulung di sekitar Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Senin (15/6/2020).
Kerjasama tersebut sebagai upaya Gereja Bethel Indonesia Jemaat Nibung Raya untuk ikut membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gereja, terutama bagi masyarakat kurang mampu, serta untuk membantu program Pemerintah.
"Kami sudah berupaya memberikan pelatihan pangkas rambut bagi pria, bahkan tempat tinggal juga sudah kita sediakan bagi mereka. Namun mereka lebih suka tidur di emperan toko, sebab ada warga yang berempati kepada mereka dengan memberi recehan, ” ungkap Pdt Jefri Korua selaku perwakilan dari Gereja Bethel Indonesia Jemaat Nibung Raya, Selasa (16/6/2020).
• Suasana di Gereja Paroki Santo Petrus Medan Timur, Ibadah Pertama di Tengah Pandemi Covid-19
Saat ini, kata Pdt Jefri, pihaknya tengah membutuhkan bantuan untuk mengurus administrasi para pemulung dan gelandangan agar bisa menerima bantuan dari pemerintah.
“Dan pada saat sekarang ini, kami membutuhkan bantuan agar para gelandangan dan pengemis tersebut dapat memiliki Identitas kependudukan. Untuk itu kami bekerjasama dengan Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera kiranya bersedia membantu kami,” terangnya.
Pdt Jefri mengatakan bahwa telah dijalankan beberapa program dalam penanganan dan pengentasan gelandangan pengemis yang keberadaannya di sekitar daerah Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Program-program tersebut berupa pelatihan pangkas rambut bagi para pria, setiap hari Sabtu malam mengadakan program asupan gizi berupa pembagian susu dan roti, dan menyediakan tempat tinggal untuk para gelandangan dan pengemis.
Untuk itu, Pdt Jefri Korua telah membuat kesepakatan saling membantu dengan Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera untuk pengurusan administrasi data kependudukan bagi para gelandangan dan pengemis tersebut, agar dapat menerima program-program lainnya dari Pemerintah daerah maupun pusat.
• Kebaktian Gereja setelah Lockdown, 100 Jemaat Kena Covid-19 meski Sudah Ikuti Protokol Kesehatan
“Sebagaimana yang telah kami lihat, Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera aktif membantu masyarakat kurang mampu dari berbagai latar belakang tanpa membuat adanya perbedaan, dan mengenai hal itu kami mendapatkan informasi dari media sosial,” pungkasnya.
Senada, Uba Pasaribu, pendiri Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera mengatakan menyambut baik kerjasama tersebut.
"Kita akan membantu karena memang selama ini kita aktif di situ dan memang selalu mencari para pemulung yang belum memiliki identitas sehingga belum bisa menerima bantuan pemerintah," katanya.
Uba berharap melalui kerjasama ini semakin banyak pemulung yang terbantu serta dapat memperbaiki jaminan kehidupan para pemulung dan gelandangan.
"Semoga bisa sama-sama kita bantu mereka, dan agar kiranya bisa lebih baik kehidupan mereka ke depan," pungkasnya. (cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemulung-gereja.jpg)