Plt Wali Kota Medan Minta Masukan Universitas Sumatera Utara untuk Hadapi “New Normal”
Pemkot Medan butuh masukan para pakar untuk mengambil kebijakan menghadapi Covid-19 dan New Normal.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution bersilaturahim dengan jajaran rektorat Universitas Sumatera Utara (USU).
Selain mempererat sinergitas, kunjungan juga dilakukan dalam rangka meminta masukan yang akan dijadikan dasar keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk persiapan new normal.
Akhyar turut didampingi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arjuna Sembiring.
Kedatangan mereka diterima Wakil Rektor III USU Mahyuddin KM Nasution, Staf Ahli Rektor Edi Warman, Kepala Lembaga Penelitian (LP) USU Erman Munir, dan Kepala Biro Kerja sama Yedi Suhedi.
"Kami ingin minta masukan dari pihak Kampus USU yang kami anggap sebagai orangtua,” kata Akhyar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2020).
Masukan itu menurut dia sangat penting, terlebih jumlah warga Medan yang positif Covid-19 makin bertambah. Masukan USU juga menjadi persiapan untuk menghadapi new normal.
Bertambahnya kasus positif itu tidak lepas dari kultur masyarakat yang kurang peduli dan menyepelekan wabah.
Oleh karena itu, Akhyar tidak hanya meminta masukan yang sifatnya pengetahuan, tetapi juga bagaimana caranya membangun kultur masyarakat, sehingga timbul gerakan bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Kami ingin mendapatkan masukan terkait pengaktifan pendidikan kembali. Sebab, Pemkot Medan sampai saat ini belum memiliki formula yang tepat untuk pendidikan,” imbuh Plt Wali Kota Medan.
Pemkot Medan memang menaungi pendidikan, mulai dari tingkat PAUD, TK, SDn dan SMP, sehingga tidak mungkin anak-anak dibiarkan terlalu lama tidak kembali aktif belajar.
“Untuk itu, tentunya diperlukan formula yang tetap, sehingga pengaktifan belajar kembali tidak berdampak negatif dengan anak-anak didik," ujar Akhyar.
Tak hanya USU
Silaturahim Pemkot Medan juga dilakukan ke sejumlah universitas lain agar tidak salah dalam mengambil kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk persiapan menghadapi new normal.
Menurut Edwin, warga Medan yang terjangkit Covid-19 dalam dua minggu terakhir memang cukup tinggi. Maka dari itu perlu terus dilakukan sosialisasi dan edukasi.
"Petugas kami, mulai dari dokter, perawat, hingga kepala puskesmas terpapar Covid-19. Biasanya jumlah yang positif Covid-19 di bawah 10, tapi untuk hari ini, peningkatannya hampir 50 orang,” ujar dia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/plt-wali-kota-medan-saat-bersilaturahim-ke-usu.jpg)