Pria Bertopeng Serang Rumah Nus Kei, Berlangsung Cepat Diduga John Kei, Warga Tonton dari Jendela
Dari keterangan saksi dan tetangga lain, ketiga mobil tersebut terlihat penuh dan memang berdasarkan video yang beredar, perusakan dilakukan.
Pengemudi ojek online alias ojol, Andreansyah, turut menjadi korban.
Ia tertembak peluru nyasar yang dilepaskan pelaku yang mengendarai Toyota Agya putih B 114 EVE.
"Korban ojol tertembak oleh pelaku di jempol kakinya," ujar Heriyanto, petugas keamanan kompleks Green Lake City kepada Warta Kota.
Wakil Kapolres Metro Tangerang, AKBP Yudhistura Midyahwan, menjelaskan penyerangan ini dipicu konflik kelompok John Kei dan Nus Kei di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB.
• Justin Bieber Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual 2014 Lalu, Mengaku Bersama Selena Gomez Saat Itu
"Dengan kejadian tersebut pelaku merasa kurang puas selanjutnya mendatangi rumah Nus Kei," ujar Yudish saat dikonfirmasi Warta Kota, Senin (22/6/2020).
Tampak dari video yang beredar, rumah Nus Kei hancur. Pintu rumah dijebol, sejumlah kaca jendela pecah dilempar barbel.
Ruang tamu dan kamar tidur diacak-acak para pelaku menggunakan parang.
"Pelaku diperkirakan berjumlah kurang lebih 15 orang menggunakan tiga unit kendaraan roda empat yang keseluruhannya memakai penutup muka," kata Yudhistura.
Warga Hanya Bisa Ngintip dari Jendela
Dari dua rentetan kejadian di Cengkareng dan Cipondoh, polisi mengembangkan kasus ini dan menggerebek John Kei di rumahnya, perumahan Tytyan Indah Utama, Bekasi, Minggu malam.
Sevia (19) warga setempat menceritakan detik-detik penggerebekan sejumlah rumah termasuk John Kei pada Minggu malam itu.
Warga yang bermukim di dekat kediaman John Kei dilarang keluar rumah saat polisi sekitar ratusan jumlahnya, dan bersenjata api mengepung.
Rumah Sevia hanya 100 meter dari lokasi penggerebekan. Ia mendengar puluhan kali suara tembakan.
"Warga sudah enggak berani keluar, saya dari dalam mendengar suara tembakan sudah kaya suara petasan," ucapnya.
Suara polisi juga terdengar nyaring. Sevia mendengar suara bentakan polisi kepada target pengamanan yang hendak kabur atau mencoba malawan.
"Suara teriakan kayak, 'jangan lari!' Saya enggak begitu tahu persis orang-orangnya yang diamankan," papar dia.
Jhon Kei sudah lama menetap di perumahan Tytyan Indah Utama. Di sana juga terdapat beberapa rumah yang dihuni anggota kelompoknya.
"Sudah lama di sini sama keluarganya. Kanan, kiri, depan (rumahnya John Kei, red) itu kan juga kelompoknya," tutur dia.
Sebanyak 25 orang dan 4 sepeda motor diamankan polisi, termasuk John Kei. Mereka langsung digiring ke Polda Metro Jaya.
Kapoles Metro Bekasi Kota Kombes Wijanarko memastikan pihaknya hanya memback up Polda Metro Jaya selama penangkapan John Kei dan anak buahnya.
"Ada lima rumah warga yang digeledah. Dari situ ada beberapa yang diamankan. Kita mengamankan 25 orang dan beberapa barang bukti," ungkap Wijanarko.
Ia menutup rapat informasi adakah keterkaitan John Kei dan kelompoknya dalam dua peristiwa Minggu siang di Cengkareng dan Cipondoh.
"Penjelasan itu nanti dari Dirkrimum Polda untuk barang-barang yang diamankan, begitu juga untuk prosesnya," tutut Wijonarko.
"Pascakejadian ini, tetap kita lakukan pengamanan di perumahan yang menjadi lokasi penggeledahan dan penggerebekan, kegiatan ini berjalan lancar kemudian situasi tetap aman kondusif," imbuh dia.
Menurut dia, terdapat lima rumah yang dilakukan pengeledahan dan penggerebekan guna mengamankan 25 orang termasuk John Kei.
Saat ini lanjut dia, rumah tersebut masih terdapat penguhi keluarga dari 25 orang yang diamankan.
"Jadi rumah ini tetap beraktivitas normal karena di dalamnya ada penghuni terutama wanita dan keluarganya," jelas Wijonarko.
Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian menambahkan, satu dari 25 orang yang diamankan termasuk John Kei.
"Tentunya saudara inisial J (John Kei) kita juga amankan, saat ini kita mintai keterangan di Polda Metro Jaya," kata Alfian yang ikut mendampingi Wijanarko.
Pantauan TribunJakarta.com, personel kepolisian tampak berjaga di beberapa sudut kawasan Perumahan Tytyan Indah Kota Bekasi.
Satu mobil truk yang mengangkut 25 orang keluar dari kawasan perumahan dikawal ketat personel kepolisian sekira pukul 23.00 WIB.
Sejumlah barang bukti yang disita dari sana diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pada Senin (22/6/2020).
"Barang bukti yang diamankan di TKP adalah 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel," kata Yusri.
Yusri belum mengungkap motif penyerangan dan keterlibatan John Kei atau anak buahnya.
"Ini biar lengkap dulu semuanya. Kami masih melakukan pemeriksaan, biar ketahuan perannya masing-masing apa sih mereka, masalahnya apa sih, masih didalami," ungkap Yusri.
Artikel ini disarikan dari berita TribunJakarta.com, Warta Kota dan Kompas.com: Kericuhan di Green Lake City; Keributan di Green Lake City; dan Polisi Sita Tombak hingga Senjata Tajam di Markas John Kei
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/clusrer-australia.jpg)