News Video
Kisah Kakek Muchtar (80) Berjualan Martabak Telur Meski Menderita Osteoporosis dan Istri Lumpuh
Kakek Muchtar (80) harus mendorong gerobak martabaknya belasan kilometer untuk sekadar lepas makan dan membeli obat
TRI BUN-MEDAN.COM - Kakek Muchtar (80) harus mendorong gerobak martabaknya belasan kilometer untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia harus mencari uang sekadar lepas makan dan membeli obat untuk dirinya dan istri yang sakit stroke.
Berbincang dengan wartawan www.tri bun-medan.com, Kakek Muchtar sudah berjualan martabak telur selama 55 tahun.
"Istri saya stroke, makanya saya harus tetap berjualan. Kami berdua tidak memiliki anak, kadang saya berpikir sampai berapa tahun lagi sanggup berjualan dengan keadaan seperti ini," ungkap Kakek Muchtar kepada Tri bun Medan, Senin (22/6/2020).
Kakek Muchtar menderita osteoporosis sejak 7 bulan belakangan.
Kondisi ini membuatnya harus berjalan sedikit bungkuk dan tidak jarang ia harus istirahat sejenak.
"Saya sakit tulang keropos. Kalau tidak pakai penyangga tidak bisa," ucapnya.
Kakek Muchtar sendiri menghabiskan biaya berobat berkisar Rp 700 ribu untuk sekali pengobatan.
Martabak telur Kek Muchtar dijual dengan harga Rp 12 ribu per porsi.
Setiap harinya, kakek ini menjual 30 porsi dengan mulai berkeliling mendorong gerobaknya pada pukul 11 pagi dan pulang hingga pukul 8 malam.
Untuk menghabiskan 15 hingga 30 porsi, ia harus mendorong gerobak ke tengah kota seperti di Jalan Thamrin, Jalan Asia hingga ke arah Balai Kota.
Ia juga mengungkapkan bahwa ketika penyakit osteoporosisnya kumat, mau tidak mau ia harus digotong menggunakan becak hingga sampai ke rumah.
"Kadang saya pulang naik becak, itu kalau kaki sudah kumat tidak tahan lagi. Daripada saya pingsan di tengah jalan, bagus saya naik becak saja," ungkapnya.
Tidak jarang, Muchtar harus permisi untuk menumpang istirahat sejenak di lingkungan penduduk untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Makanya, Muchtar selalu mengantisipasi dengan membawa kursi kemanapun ia berjualan sebagai tempat duduknya kala beristirahat.