Nus Kei Akhirnya Muncul Buka Suara, Mengerucut Tanah yang Diributkan John Kei, Bantah Beda Kelompok
Perkara tanah memantik John Kei melibatkan anggotanya untuk menyerang Nus Kei disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana pada Senin (23/6/2020)
Ia mengaku komunikasinya agak mandek sejak John Kei keluar Nusakambangan setelah mendapat pembebasan bersyarat pada Desember tahun lalu.
Begitu juga sebaliknya, John Kei tidak menjalin komunikasi dengan pamannya itu.
"Beliau juga enggak ada komunikasi dengan saya setelah beliau keluar dari Nusakambarangan kalau enggak salah bulan Desember," ucap dia lagi.
Ia tak menyangka John Kei dan anggota kelompoknya menyerang anak buah dan merusak rumahnya di kluster Australia, Green Lake City.
Akibat renggangnya komunikasi, Nus Kei yang memposisikan diri sebagai orangtua dan paman, tak sekali dua kali mengutus orang.
Mereka yang diutus tak hanya teman-teman, tapi saudara, anggota keluarga satu kampung untuk menghubungi John Kei.
"Biar kami bisa bertemu. Biar apa yang menjadi masalah kami, bisa diselesakan bersama-sama," terang Nus Kei.
Iktikad itu beberapa kali sudah dilaksanakan Nus Kei namun sejak Desember tatap muka dengan John Kei tidak pernah ada.

Peristiwa Cengkareng dan Cipondoh yang Terakhir
Soal dua peristiwa kemarin, Nus Kei tidak tahu karena dalam posisi diserang.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi yang seperti itu dan peristiwa di Cengkareng dan rumahnya, kluster Australia menjadi yang terakhir.
"Semoga kemarin yang terakhir, kami kubur bersama-sama dengan ponakan saya yang sekarang kami kubur ini. Semoga ke depan tidak terulang lagi," kata dia.
Sebagai orangtua dan paman, Nus Kei akan menjamin komunikasi dengan John Kei akan selalu dibangun agar masalah selesai.
"Memang saya akan lakukan itu sampai kapanpun. Hari ini besok lusa dan seterusnya saya akan lakukan itu," ucap dia.
Sampai John Kei ditahan bersama-sama anggota kelompoknya, Nus Kei mengakui belum ada komunikasi lagi.