Nus Kei Akhirnya Muncul Buka Suara, Mengerucut Tanah yang Diributkan John Kei, Bantah Beda Kelompok

Perkara tanah memantik John Kei melibatkan anggotanya untuk menyerang Nus Kei disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana pada Senin (23/6/2020)

TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Polisi menggiring John Kei setelah dihadirkan bersama anggota kelompoknya dalam rilis perkara yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). John Kei bertanggung jawab dalam kasus penganiayaan, permufakatan jahat, pembunuhan berencana terhadap Nus Kei dan anak buahnya, ER. ER tewas di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim) 

Ia mengaku komunikasinya agak mandek sejak John Kei keluar Nusakambangan setelah mendapat pembebasan bersyarat pada Desember tahun lalu.

Begitu juga sebaliknya, John Kei tidak menjalin komunikasi dengan pamannya itu.

"Beliau juga enggak ada komunikasi dengan saya setelah beliau keluar dari Nusakambarangan kalau enggak salah bulan Desember," ucap dia lagi.

Ia tak menyangka John Kei dan anggota kelompoknya menyerang anak buah dan merusak rumahnya di kluster Australia, Green Lake City.

Akibat renggangnya komunikasi, Nus Kei yang memposisikan diri sebagai orangtua dan paman, tak sekali dua kali mengutus orang.

Mereka yang diutus tak hanya teman-teman, tapi saudara, anggota keluarga satu kampung untuk menghubungi John Kei.

"Biar kami bisa bertemu. Biar apa yang menjadi masalah kami, bisa diselesakan bersama-sama," terang Nus Kei.

Iktikad itu beberapa kali sudah dilaksanakan Nus Kei namun sejak Desember tatap muka dengan John Kei tidak pernah ada.

Polisi menggiring John Kei setelah dihadirkan bersama anggota kelompoknya dalam rilis perkara yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). John Kei bertanggung jawab dalam kasus permufakatan jahat, penganiayaan dan pembunuhan berencana terhadap Nus Kei dan anak buahnya, ER. ER tewas di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020). (inset) Petugas kepolisian berjaga-jaga usai olah tempat kejadian perkara di rumah kluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/6/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Polisi menggiring John Kei setelah dihadirkan bersama anggota kelompoknya dalam rilis perkara yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). John Kei bertanggung jawab dalam kasus permufakatan jahat, penganiayaan dan pembunuhan berencana terhadap Nus Kei dan anak buahnya, ER. ER tewas di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020). (inset) Petugas kepolisian berjaga-jaga usai olah tempat kejadian perkara di rumah kluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/6/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN (Kolase TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Warta Kota/Nur Ichsan)

Peristiwa Cengkareng dan Cipondoh yang Terakhir

Soal dua peristiwa kemarin, Nus Kei tidak tahu karena dalam posisi diserang.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi yang seperti itu dan peristiwa di Cengkareng dan rumahnya, kluster Australia menjadi yang terakhir.

"Semoga kemarin yang terakhir, kami kubur bersama-sama dengan ponakan saya yang sekarang kami kubur ini. Semoga ke depan tidak terulang lagi," kata dia.

Sebagai orangtua dan paman, Nus Kei akan menjamin komunikasi dengan John Kei akan selalu dibangun agar masalah selesai.

"Memang saya akan lakukan itu sampai kapanpun. Hari ini besok lusa dan seterusnya saya akan lakukan itu," ucap dia.

Sampai John Kei ditahan bersama-sama anggota kelompoknya, Nus Kei mengakui belum ada komunikasi lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved