Update Covid19 Sumut 23 Juni 2020

WASPADA, Episentrum Penularan Covid-19 di Medan Bergeser ke Dua Kecamatan Ini

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan ada pergeseran episentrum penularan Covid-19 di Kota Medan.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/HO
Jajaran Pemko Medan saat menyambangi Universitas Muhammadiyah Sumtera Utara (UMSU) Jalan Mukhtar Basri Medan, Selasa (23/6/2020). 

Pemko Medan terus mencari masukan dari para akademisi untuk mengatasi kompleksitas persolan yang terjadi akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-2019) di Kota Medan.

Semua masukan yang diterima nantinya akan dijadikan sebagai langkah dan strategi untuk mengatasi Covid-19, sekaligus mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang terus menurun sejak pademi Covid-19 menerpa ibukota Provinsi Sumatera Utara sejak Maret 2020.

Sekretaris Universitas UMSU Gunawan mengatakan, seluruh civitas UMSU siap dan bersedia memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kota Medan guna mengatasi Covid-19, termasuk mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 sehingga masyarakat merasa tenang dan nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Kami memiliki pakar-pakar yang handal, baik di bidang Ekonomi maupun Pendidikan. Selanjutnya, kami nanti akan membentuk tim untuk menghasilkan masukan yang akan dilakukan Pemko Medan untuk mengatasi Covid-19, termasuk meningkatkan kembali daya beli masyarakat serta konsep yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Seluruh masukan yang diperoleh akan kami sampaikan langsung kepada Pemko Medan," katanya.

Akhyar mengatakan masukan yang diterima dari civitas akademika UMSU, akan dijadikan Pemko Medan untuk melengkapi Peraturan Wali Kota Medan tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Pandemi Covid-19.

"Direncanakan, perwal itu akan rampung sebelum 1 Juli 2020 sehingga dapat menjadi pedoman bagi masyarakat untuk menjalani kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 yang belumd iketahui kapan berakhirnya tersebut," kata Akhyar.

Deretan Kasus yang Dikomandoi John Kei, Mulai Kerusuhan di Maluku hingga Kasus Ampera Berdarah

Update Data Nasional

Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga hari ini, Selasa (23/6/2020).

Hal ini menyebabkan jumlah pasien dan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data yang masuk hingga Selasa pukul 12.00 WIB, ada 1.051 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan saat ini secara akumulasi ada 47.896 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Informasi terbaru ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Selasa sore.

"Kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.051 orang, sehingga akumulasinya jadi 47.896" ujar Yurianto.

Menurut Achmad Yurianto, jumlah 1.051 kasus baru itu didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan 17.908 spesimen.

Penambahan itu membuat total spesimen yang sudah diperiksa ada 668.219 dari 401.681 orang yang diambil sampelnya.

Dengan catatan, satu orang bisa diambil spesimen lebih dari satu kali.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved