Puspomad Beber Pelaku Pembunuhan Serda Saputra, Perwira Marinir Berpangkat Letda yang Mengamuk

Untuk barang bukti terakhir, pihak Puspomad masih mengembangkan penyelidikan berkait kepemilikan senjata api dari proyektil tersebut.

Tayang:
Istimewa
Anggota TNI Tewas Ditembak di Hotel Kawasan Tambora, Jakarta Barat 

Korban kemudian menghampiri lokasi dan bermakud hendak melerai orang-orang yang terlibat keributan. Serda Saputra justru ditusuk.

Petugas keamanan lain yang ada di lokasi berusaha membawa Serda Saputra ke rumah sakit terdekat. Namun nyawanya tidak tertolong.

Penyesalan Aziz Gagap pada Andre Taulany, Sule Bongkar Konflik Parah Penyebab Marah Besar Aziz

Istri Menangis Lihat Foto Suami di Handphone, Jenazah Sersan Mayor TNI Rama Wahyudi Belum Tiba

Direktur Penyidikan Puspomad Kolonel CPM Kemas Ahmad Yani dan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam konferensi pers di Mabes AD, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020)
Direktur Penyidikan Puspomad Kolonel CPM Kemas Ahmad Yani dan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam konferensi pers di Mabes AD, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020) (KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

Penjelasan Puspomad

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) mengonfirmasi bekas luka tusukan di tubuh anggota Bintara Pembina Desa ( Babinsa)  Serda Saputra, anggota Babinsa Tambora dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0503 Jakarta Barat.

"Jadi bahan-bahan yang ditemukan di TKP (Hotel Mercure Batavia) dan keterangan saksi memang ada perisitwa penembakan. Sementara dari hasil luka yang didapat dari korban luka tusuk," kata Direktur Penyidikan Puspomad Kolonel CPM Kemas Ahmad Yani di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2020).

Dengan begitu, pihak TNI mengonfirmasi bahwa Serda Saputra gugur karena tertusuk.

Di sisi lain, Puspomad juga tidak menampik adanya temuan barang bukti lain di TKP. Di antaranya satu proyektil peluru jenis pistol.

Untuk barang bukti terakhir, pihak Puspomad masih mengembangkan penyelidikan berkait kepemilikan senjata api dari proyektil tersebut.

"Ini yang sedang ditindak lanjuti tentang masalah barang bukti, akan dikembangkan saksi berupa senjata dan pistol dan barang bukti ada proyektil pistol," kata Kemas.

Diberitakan sebelumnya, Puspomad mengungkap identitas pelaku penusukan Serda Saputra. Salah satu pelaku penusukan adalah oknum TNI Angkatan Laut, sedangkan sisanya warga sipil.

"Pertama Letda Mar RW, sudah ditahan di Puspomal Kelapa Gading Jakarta Utara dan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. Kedua, diduga pelaku warga sipil," kata Kemas.

Serda Saputra tewas tertusuk saat menjalankan pengamanan lokasi karantina bagi pekerja migran yang baru kembali ke Indonesia di Hotel Mercure Batavia, Tambora.

"Yang bersangkutan sedang bertugas melaksanakan pengamanan karantina mandiri terhadap pekerja migran yang baru kembali dari luar negeri," kata Dandim 0503 JB Kol (Kav) Valian Wicaksono.

Saat sedang berjaga, Serda Saputra mendengar ada keributan di lingkungan hotel.

Korban kemudian menghampiri lokasi dan bermaksud melerai orang-orang yang terlibat keributan. Serda Saputra justru ditusuk.

Petugas keamanan lain yang ada di lokasi berusaha membawa Serda Saputra ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa Serda Saputra tidak tertolong.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sempat Terdengar Tembakan, Puspomad Sebut Babinsa Serda Saputra Meninggal karena Luka Tusuk"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved