40 Kg Narkotika Sabu Masuk Medan
Irjen Arman Depari: Sumut Peringkat 1 Pecandu Narkoba, Covid-19 tak Memutus Peredaran Narkoba
Sumut menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba. Sekarang ini, menjadi peringkat satu
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com, Medan -
Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menyampaikan bahwa saat ini Sumatera Utara menjadi peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Saat paparan yang digelar di Kantor BNN Sumut, Jalan William Iskandar Pasar V, Irjen Pol Arman Depari menyampaikan bahwa pada survei sebelumnya, Sumut masih menduduki peringkat ketiga penyalahgunaan narkoba.
Mirisnya, peringkat tersebut menaik hingga menduduki peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
"Nah, khusus di Sumatera Utara, pada survei yang lalu, Sumut menduduki peringkat ketiga di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba. Sekarang ini, menjadi peringkat satu," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari pada saat paparan di Kantor BNN Sumut Jalan William Iskandar Pasar V, Medan pada Senin (29/6/2020).
Lebih tegas lagi, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan bahwa Sumut menjadi ranking satu pecandu narkoba.
"Ranking satu terbanyak pecandu narkoba," tegasnya.
Sebelumnya, dia menuturkan bahwa pandemi Covid-19 tidak memutus peredaran narkoba.
Masa yang disebutkan sulit tidak membuat para penyelundup narkoba berhenti, malah memperbesar jaringannya.
"Sebagai informasi awal, saya ingin menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia terutama kita sama-sama merasakan. Ternyata, dalam situasi nyang sulit ini, peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak juga menurun," sambungnya.
Dia juga menuturkan bahwa setiap elemen yang ikut serta dalam penangkapan dan penyitaan narkoba tersebut salin berkoordinasi hingga peredarannya dapat digagalkan.
"Beberapa waktu belakangan ini, kita berhasil melakukan penangkapan dan penyitaan yang dilakukan oleh aparat terkait baik dari kepolisian, bea cukai, angkatan laut, dan unsur-unsur yang lain, tentu saja Badan Narkotika Nasional," sambungnya.
Dalam paparannya, dia lebih menitikberatkan pada peredaran narkoba Internasional tersebut dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dari masyarakat.
Inilah satu diantara pemicu jaringan narkoba semakin meluas yang dapat mengorbankan masa depan kaum muda.
"Dengan banyaknya pasokan/ suplay yang diselundupkan dari luar negeri ke Indonesia, ini tentu menjadi pertanyaan buat kita, apakah dengan banyaknya pasokan ada permisi dari masyarakat juga meningkat. Artinya kalau pasokan meningkat, permintaan meningkat, maka jumlah pemakai dan pecandu juga pasti meningkat," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/deputi-bidang-pemberantasan-bnn-irjen-pol-arman-depari-menimbang-sabu.jpg)