Penjelasan Ahli Nutrisi Mengenai Mitos dan Fakta Asupan Selama Pandemi

Menjalani gaya hidup sehat terdiri dari beberapa aturan yang kompleks. Tak jarang ditemui mitos dan fakta mengenai hal asupan untuk tubuh.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
HO
Ardy Brian Lizuardi, Master of Science in Nutrition and Health Wageningen University Belanda 

TRI BUN-MEDAN.com - Menjalani gaya hidup sehat terdiri dari beberapa aturan yang kompleks. Satu di antaranya adalah menjaga asupan agar tetap bernutrisi.

Tak jarang ditemui mitos dan fakta mengenai hal asupan untuk tubuh.

Membahas hal ini seorang ahli nutrisi lulusan Wageningen University Belanda, Ardy Brian Lizuardi memberikan penjelasan.

Dalam webinar bertajuk Health and Nutrition Ardy memberikan beberapa penjelasan seputar mitos dan fakta tentang asupan nutrisi yang beredar di masyarakat.

"Yang namanya mitos dan fakta pasti sangat banyak beredar di masyarakat ya, terutama yang berhubungan dengan asupan untuk tubuh. Nah hal yang terpenting adalah bagaimana kita lebih kritis melihat mana yang fakta dan bukan, agar kita bisa jadi lebih sehat," ungkap Ardy, Master of Science in Nutrition and Health, Selasa (30/6/2020).

Untuk yang pertama, Ardy memberikan pernyataan mengenai apakah melewatkan sarapan dapat menurunkan berat badan. Diterangkannya, hal ini adalah mitos.

"Sarapan sehat penting untuk program diet dan menjaga kesehatan. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan rasa lemas, kekurangan nutrisi dan konsumsi makanan tinggi lemak dapat merusak diet," terang Ardy.

Ia memberikan tips dalam mengonsumsi sarapan yang sehat yakni yang mengandung tinggi karbohidrat, serat dan protein.

"Seperti misalnya pisang dan susu, oat, ataupun makanan dengan total lemak jenuh yang rendah," lanjutnya.

Untuk mitos atau fakta yang selanjutnya, Ardy menyajikan pernyataan, “Makan buah bit bagus untuk penderita darah tinggi”.

Ardy menyatakan bahwa hal itu adalah fakta.

"Buah bit bagus untuk orang yang memiliki darah tinggi karena sifatnya bisa melebarkan pembuluh darah. Berdasarkan sifat tersebut, berbagai uji klinis telah membuktikan efek positif bit dalam menurunkan tekanan darah," katanya.

Bahasan selanjutnya adalah, “Makan banyak santan bisa bikin sakit jantung”.

Hal ini terang Ardy merupakan fakta. Karena santan memiliki kadar lemak yang tinggi terutama lemak jenuh atau lemak jahat.

"Tingginya konsumsi lemak jenuh berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan menyebabkan masalah kegemukan," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved