Thasya Selivya Valentine Lanjut Latihan dengan Pelatih Senam Asal Rusia
Dua kali latihan virtual bersama pelatih asal Rusia ternyata tidak cukup bagi atlet senam ritmik asal Sumatera Utara, Thasya Selivya Valentine.
TRIBUN-MEDAN.com - Dua kali latihan virtual bersama pelatih asal Rusia ternyata tidak cukup bagi atlet senam ritmik asal Sumatera Utara, Thasya Selivya Valentine.
Dara berusia 24 tahun ini pun menambah sesi latihannya meski harus mengeluarkan sedikit uang.
Thasya mengatakan, dua sesi latihan virtual via Zoom bersama pelatih asal Rusia Tatiana Kosdaeva dibiayai oleh Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia. Waktu itu latihan diikuti oleh lima belas orang atlet.
"Bagi siapa yang mau, dipersilahkan untuk mengikuti. Dan saya mau. Saat itu hanya dua kali tatap muka saja dan itu gratis," katanya, Senin (29/6/2020).
Setelah dua kali pertemuan, tidak ada lagi Zoom class gratis dari PB Persani dan mengharuskan atlet yang lolos PON untuk melakukan pembayaran agar bisa dilatih sama pelatih luar negeri.
"Setelah dua kali pertemuan itu, PB Persani menawarkan bagi yang mau ikut latihan dengan pelatih Rusia harus membayar Rp 50 ribu untuk sekali Zoom class," ujarnya.
"Bagi saya ilmu itu mahal dan saya ingin mendapat ilmu dari pelatih luar negeri agar bisa berprestasi saat PON nanti. Makanya saya mendaftar diri dengan jadwal seminggu dua kali," terangnya.
Thasya yang akan mewakili Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional 2020 Papua ini mengatakan dirinya sedang fokus melatih kelenturan, keseimbangan, dan materi gerakan kecil dalam senam ritmik.
"Jadi saat latihan dengan pelatih Tatiana Kosdaeva, saya diajarkan koreografi. Karena nanti saat pertandingan di senam ritmik ada juga koreografi dari gerakan senam yang indah," katanya.
Dia berharap, dengan latihan dari pelatih luar negeri dirinya bisa lebih menguasai teknik gerakan dalam cabang olahraga (cabor) senam ritmik.
"Memang, gerakan yang diajarkan sudah diketahui, tapi ada beberapa gerakan yang perlu pendalaman,"ujarnya.
Begitupun, Thasya mengaku dirinya masih mengutamakan latihan fisik. Mengingat sekarang masih pada tahap persiapan umum, jadi latihan teknik cuma dilakukan dua kali dalam seminggu.
Menurut Tasya, latihan secara virtual memiliki tantangan tersendiri. Terkadang ia mengaku kesulitan mempraktekkan gerakan yang diinstruksikan pelatihnya.
"Tapi ini merupakan hal yang terbaik disaat pandemi. Daripada tidak latihan dan akhirnya tidak bisa berprestasi. Makanya, setelah latihan dirinya selalu membayangkan gerakan dan mencobanya lagi sendiri," ujarnya. (akb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/thasya_selivya_valentine_rekan2.jpg)