Dihalangi saat Temui Kekasih di Karantina, Oknum TNI AL Mengamuk dan Bunuh Serda Saputra

Akhirnya terungkap motif Letda RW, oknum TNI AL membunuh Babinsa Serda Saputra hingga tewas di Hotel Mercure Batavia, Senin (22/6/2020) dini hari.

Editor: Tariden Turnip
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Dihalangi saat Temui Kekasih di Karantina, Oknum TNI AL Mengamuk dan Bunuh Serda Saputra. Pistol SIG Sauer P226 dengan nomor UU 640060 yang digunakan Letda RW saat mengamuk di Hotel Mercure Batavia pada Senin (22/6/2020) dini hari lalu. 

AKHIRNYA terungkap motif Letda RW, oknum TNI AL membunuh Babinsa Serda Saputra hingga tewas di Hotel Mercure Batavia, Senin (22/6/2020) dini hari.

Ternyata Letda RW berkunjung ke Hotel Mercure Batavia, Senin (22/6/2020) dini hari, untuk menemui wanita kenalannya di medsos.

Hal itu disampaikan Komandan Puspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis dalam konferensi pers di Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020).

"Pada saat yang bersangkutan datang ke Hotel Mercure ingin bertemu dengan pacar tersangka, maksudnya kenalan di medsos," kata Eddy.

Tersangka Letda RW hendak menemui kekasihnya itu karena belakangan ini hanya berhubungan lewat media sosial.

Letda RW belum pernah bertemu secara langsung dengan kekasihnya itu.

"Belum pernah ketemu di darat, kenalan di medsos, kemudian hari itu yang bersangkutan ingin ketemu di darat, datang di Hotel Mercure," jelas Eddy.

Eddy menjelaskan, sebelum mendatangi hotel tersebut, Letda RW sempat mengonsumsi minuman beralkohol.

Lantas, ia datang ke hotel tersebut dalam kondisi mabuk.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis dalam konferensi pers di Puspomal TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020)
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis dalam konferensi pers di Puspomal TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7/2020) (KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

Nyatanya, Hotel Mercure Batavia adalah tempat karantina Covid-19 bagi para pekerja migran Indonesia yang baru dipulangkan.

Atas alasan itu, pihak-pihak yang tak berkepentingan dilarang masuk ke hotel itu.

Apalagi jika datang pada malam hari dan belum menjalani pemeriksaan kesehatan.

Karenanya, ketika Letda RW hendak masuk ke dalam hotel itu, dirinya dihalangi petugas yang berjaga.

"Yang bersangkutan (RW) karena pengaruh minuman keras, tetap memaksakan untuk masuk sehingga dihalangi," ucap Eddy.

Tak terima dihalangi, Letda RW yang masih dalam kondisi mabuk pun geram.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved