KABAR DUKA: Mantan Rektor UINSU dan UMA Ali Ya'kub Matondang Meninggal Dunia

Mantan Rektor IAIN Sumut dan UMA, Prof. Dr. Ali Ya'kub Matondang telah berpulang kerahmatullah.

Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Kartika Sari
Muhammad Alwafi, anak kedua almarhum Prof. Dr. Ali Ya'kub saat memberikan sambutan terakhir di depan jenazah sang ayah, Kamis (2/7/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com Medan - 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un . .

Mantan Rektor IAIN Sumut dan UMA, Prof. Dr. Ali Ya'kub Matondang telah berpulang kerahmatullah.

Ali Ya'kub Matondang meninggal dunia pada Rabu (1/7/2020) pukul 19.35 WIB.

Prof. Ali meninggal dunia usai dirawat di beberapa rumah sakit mulai dari RS Muhammadiyah, RS Columbia, dan terakhir menghembuskan napas di RS Bhayangkara.

Putra Ketiga Prof. Ali, Muhammad Alfikri mengungkapkan bahwa keadaan ayahnya sudah mulai menurun sejak sebelum puasa.

"Awalnya sakit itu saat ada keluar hasil laboratorium darah dari Bunda Thamrin. Disitu keluar hasil jika kolestrolnya tinggi, lemaknya tinggi, dan gulanya pun tinggi yang berdampak dengan stroke," ungkap Alfikri kepada Tribun Medan, Kamis (2/7/2020).

Alfikri menuturkan bahwa setelah menjalani perawatan di Columbia, almarhum sempat sehat namun mengalami penurunan kondisi kesehatan pada tanggal 25 Juni 2020.

"Namun setelah itu ada serangan penyakit kembali setelah pulang dari Columbia. Pada tanggal 25 Juni itu beliau mulai pusing-pusing, oyong. Saya dapat informasi dari keluarga, saya datang ke RS Muhammadiyah untuk pertolongan pertama," jelasnya.

Alfikri menuturkan bahwa kondisi ayahnya tidak mengalami kemajuan hingga akhirnya keluarga sepakat untuk pindah ke RS Bhayangkara Medan.

"Kami juga memberitahukan abang saya yang ada di Mabes Polri, dia datang sekitar pukul 16.00. Begitu azan maghrib berkumandang sudah ada tanda-tandanya. Adik saya memberitahukan jangan dahulu pulang, ini sudah ada tanda-tanda," ungkapnya dengan tampak air mata yang berlinang.

Amatan Tribun Medan, banyak pelayat dari berbagai kalangan pendidikan. Keluarga juga menyebutkan bahwa Plt. Walikota Medan, Akhyar Nasution sempat hadir pada pagi hari.

Diantara pelayat yang hadir yaitu Camat Medan Denai, Perwakilan Universitas Medan Area, Perwakilan UINSU, Perwakilan UMSU, Ketua MUI Sumut, dan ratusan pelayat yang turut menghadiri peristirahatan terakhir almarhum.

Selain Alfikri, anak kedua almarhum Muhammad Alwafi mengungkapkan bahwa ia saat di rumah sakit, kondisi semakin hari semakin menurun dengan tensi yang tidak dapat dibaca monitor.

"Saya juga tanya-tanya kepada para dokter mengenai kondisi ayah saya tentang pendapatnya. Karena para dokter mengatakan bahwa jantung menurun itu tanda-tanda. Tensi turun terus. Kita tidak bisa lihat lagi mengenai sistem monitornya tidak bisa dibaca lagi," ungkap Alwafi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved