KPU Sumut Siap Gelar Pilkada 2020

PERMINTAAN Mendagri Tito Karnavian pada Calon Bupati dan Wali Kota yang Bertarung di Pilkada

Di Sumut, ada 23 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada serentak Desember mendatang.

Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) bersama Mendagri Tito Karnavian menghadiri acara kunjungan silaturahmi di Hotel Grand Aston, Medan, Kamis (2/7/2020). Kegiatan Menko Polhukam dan Mendagri tersebut dalam rangka silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Sumatera Utara. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para calon bupati dan wali kota yang akan bertanding memperebutkan kursi pimpinan daerah lebih mementingkan kepentingan rakyat, daripada diri sendiri.

Untuk itu, ia berharap kepada para petahana yang akan kembali bertarung, lebih memahami isu-isu lokal.

Selain masalah pandemi Covid-19, petanahan juga bisa membahas dampak akibat pandemi.

Bukan malah memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan pribadi dalam memuluskan jalanya bertarung memperebutkan kursi pimpinan.

Untuk di Sumut, ada 23 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada serentak Desember mendatang. 

"Minta kepada para calon kepala daerah yang akan bertarung memperebutkan kursi pimpinan agar bertarung secara sehat. Gunakan isu yang ada sebagai untuk bahan melawan, seperi masalah penurunan, masalah pandemi," kata dia, 

Selain itu, Tito mengingatkan, Pilkada serentak tersebut dilaksanakan dengan tetap mempedomani protokol kesehatan.

Masyarakat juga diharapkan tetap beranggapan positif dengan menjadikan Pandemi Covid-19 sebagai upaya menekan penyebaran virus dan jadi peluang bagi calon kepala daerah.

 "Jangan melihat Pilkada sarana penyebaran virus. Kita harus balikkan pemikiran itu menjadi peluang kita, dengan Pilkada ini bisa menekan penyebaran Covid-19. Jadikan Pilkada menjadi ajang mencari kepala daerah yang efektif melawan Covid-19, dan para calon kepala daerah pun harus mampu menawarkan program-program yang realistis untuk menyelesaikan masalah dampak dari Covid-19 ini," kata Tito.

Tito menambahkan bahwa pelaksanaan Pilkada di masa pandemi Covid-19 bisa berisiko tapi juga dapat jadi peluang bagi pesaing incumbent (petahana).

"Dengan adanya Pilkada ini, para kepala daerah akan berkerja keras untuk melandaikan kurva (penyebaran Covid-19) masing-masing. Sedangkan non-petahana bisa menawarkan progran baru untuk kontestasi guna mengukur keberhasilan atau tidak keberhasilan dari petahana," terangnya.

(Wen/Tri bun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved