CHINA vs INDIA - Kini Berlanjut ke Perang Dagang, China Kehilangan Triliunan Rupiah dari Pasar India

Hal itu balasan dari Pemerintahan PM Narendra Modi, setelah bentrok berdarah yang menewaskan 20 tentara India.

Editor: AbdiTumanggor
india today
Potret Pasukan Khusus Militer India diturunkan sedang melakukan latihan tempur. 

India memutuskan tidak akan mengizinkan perusahaan China untuk berpartisipasi dalam proyek jalan raya, termasuk yang melalui usaha patungan.

TRIBUN-MEDAN.Com - China kembali kehilangan triliun rupiah dari pasar India.

Hal itu balasan dari Pemerintahan PM Narendra Modi, setelah bentrok berdarah yang menewaskan 20 tentara India.

Sebelumnya India melarang perusahaan China dalam tender pembangunan jalan raya, kini India juga menghentikan impor peralatan listrik dari China.

Menteri Kelistrikan India Raj Kumar Singh, mengatakan India memiliki kemampuan untuk memproduksi semua jenis peralatan listrik.

Selama ini, China menyumbang 210 miliar rupee ($ 2,8 miliar) setara Rp 40,6 triliun dari total 710 miliar rupee peralatan untuk impor proyek-proyek listrik yang tidak dapat diperbarui pada tahun yang berakhir Maret 2019.

Setelah keputusan ini, saham Bharat Heavy ELectricals Ltd yang dikelola pemerintah, pembuat peralatan listrik terbesar di India, melonjak sebanyak 5,3%.

"Anda memiliki negara yang melampaui wilayah kami, yang membunuh tentara kami, namun kami menciptakan lapangan kerja di negara itu dan bukan di negara kami," kata Singh, merujuk pada bentrok berdarah di perbatasan India China di Lembah Galwan, 15 Juni 2020.

Sedangkan untuk impor peralatan listrik yang terbarukan, India berencana menerapkan tarif bea masuk tinggi, bukan pelarangan seperti untuk impor peralatan kelistrikan yang tidak dapat diperbarui.

China menyumbang sekitar 80% dari pasokan panel surya India.

Ancaman dunia maya adalah alasan lain mengapa India memilih pemasoknya dengan cermat.

"Impor dari negara lain akan diperiksa untuk malware," kata Singh.

"Sistem daya adalah sistem sensitif dan rentan terhadap serangan dunia maya."

Pasukan Khusus India
Pasukan Khusus India (india today)

Pada Oktober 2019, sebuah malware menyerang salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir India, menginfeksi jaringan komputer yang digunakan untuk fungsi administrasi, menurut operatornya Nuclear Power Corp of India.

Beberapa bulan kemudian negara itu memperkenalkan rancangan pedoman untuk mengoperasikan jaringan listrik, meminta operator untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan dunia maya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved