Bupati Karo Angkat Bicara, Surat Domisili Diduga Dipermainkan Oknum Bikin Ricuh PPDB di Kabanjahe
Proses PPDB jalur zona calon siswa diharuskan menyerahkan berkas berupa Kartu Keluarga (KK) atau surat domisili.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan Tri bun Medan/Muhammad Nasrul
TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE -
Terkait kekisruhan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabanjahe, orangtua dan calon siswa menduga terjadi permainan oleh oknum dalam pembuatan surat domisili.
Seperti diketahui, pada proses PPDB jalur zona calon siswa diharuskan menyerahkan berkas berupa Kartu Keluarga (KK) atau surat domisili.
Saat dinyata perihal ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengaku nantinya pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap oknum yang diduga membantu menertibkan surat domisili ini.
Dirinya mengatakan, melalui pemanggilan ini pulangnya akan kembali mencari seperti apa fakta yang ada di lapang.
Karena hingga saat ini, dugaan penyelewengan ini baru datang dari sebelah pihak saja.
"Berdasarkan kecurigaan ini, tadi kita sepakati untuk memanggil oknum yang dicurigai membantu meloloskan calon siswa dengan menerbitkan surat domisili. Nanti akan kita tanya kepada yang bersangkutan, apakah memang benar ada seperti itu atau tidak," ujar Terkelin, saat ditemui di Kantor DPRD Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (6/7/2020).
Terkelin mengatakan, jika nantinya memang ditemukan adanya dugaan ini pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada yang bersangkutan.
Namun begitu, dirinya mengaku pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu karena tidak bisa langsung melakukan tuduhan sepihak.
"Nanti kita tanya kepada yang bersangkutan, dan akan kita uji dengan kecurigaan orangtua. Nanti akan kita perjelas, apakah tudingan itu benar atau tidak," katanya.
Dirinya menyebutkan, pada saat pemanggilan nantinya pihaknya akan mempertanyakan integritas terhadap pejabat yang bersangkutan.
Selain itu, pihaknya juga ingin menguji seperti apa fakta yang ada di lapangan, agar permasalahan ini tidak hanya menjadi opini yang justru menjadi pembenaran.
"Artinya kita harus ada data, jangan nanti cuma jadi dari gosip menjadi isu terus menjadi bukti, tapi pada saat diuji enggak terbukti," ucapnya.
Saat ditanya jika nantinya kabar ini malah ditemukan ada oknum yang ikut melakukan pelanggaran, Terkelin mengaku pihaknya akan melakukan tindakan tegas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/calon-siswa-kembali-geruduk-dprd-karo.jpg)