Webinar AMA dan JNE, Kuatkan Human Capital Management dan Corporate Culture di Perusahaan
Fikri menjelaskan marketing langit adalah keyakinan utama bahwa omzet atau rezeki adalah dari Tuhan.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin
TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Medan bersama JNE menggelar webinar dengan tema Human Capital Management and Corporate Culture Berbasis Marketing Langit.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala cabang JNE Medan Fikri Al-Haq Fachryana dan dipandu moderator, Sian Yet, Sabtu (4/7/2020).
Fikri menjelaskan marketing langit adalah keyakinan utama bahwa omzet atau rezeki adalah dari Tuhan.
Maka jika ingin mendapatkan omzet atau rezeki tinggi, dahulukan mengetuk pintu langit, meminta keridhoan Tuhan.
Dan untuk membangun perusahaan yang autopilot dan sustainable, ada lima faktor utama yaitu strategy (strategi), system (sistem), human capital management (manajemen sumber daya manusia), corporate culture (budaya perusahaan) dan leadership (kepemimpinan).
"Strategi bisa ditiru, sistem bisa ditiru, produk bisa ditiru, teknologi bisa ditiru, tapi manusia dan budaya sulit ditiru dan perlu waktu panjang membangunnya. Maka kuatkan human capital management dan corporate culture di perusahaan," ujar Fikri.
Dijelaskannya, faktor paling pertama yang harus diperhatikan sesuai dengan balance scorecard teory adalah faktor human capital management dan corporate culture.
Human capital management berbasis masketing langit adalah melakukan pengelolaan manusia untuk meningkatkan kinerja sehingga perusahaan dapat mencapai target, misi, visinya. Sehingga ketika semua tercapai maka akan memberikan kebahagiaan bagi shareholder dan stakeholder.
Dalam marketing langit, lanjutnya, karyawan dianggap sebagai shareholder (pemilik perusahaan). Dalam marketing langit, perusahaan digambarkan sebagai rumah tangga, pimpinan sebagai ayah, karyawan sebagai ibu dan bisnisnya sebagai anak.
Visi besar perusahaan, yang menjadi mindset pimpinan perusahaan adalah pengabdian pada Tuhan. Untuk kinerja diambil dari motivasi, kompetensi dan kesempatan.
Motivasi dipengaruhi delapan faktor yakni motivasi spritual, kompensasi dan Benefit, reward, punishment, karir, pengembangan, lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.
"Motivasi spiritual itu corporate culture, sebagai motivasi spiritual di JNE ada Meaning of Work Connecting Happiness (Menyambungkan Kebahagiaan). Perusahaan terus membangun dan menginduksikan makna kerja kepada karyawan adalah connecting happiness, setiap kiriman yang dikirim adalah nilai kebaikan di mata Tuhan, dan balasan Tuhan adalah lebih dari sekadar gaji," kata Fikri.
Ia menjelaskan contoh lain yang dilakukan JNE dalam motivasi spiritual adalah program santunan anak yatim wajib bulanan program Kamis berbagi, program pembangunan rumah ibadah di lingkungan kantor, yang murni dari donasi karyawan, dan Gerakan Karyawan melalui Komunitas TAGANA (Tanggap Bencana JNE).
Kompensasi dan Benefit, konsep marketing langit adalah semakin banyak memberi pada karyawan.
Maka semakin banyak doa-doa karyawan dan keluarganya untuk perusahaan, membuat perusahaan terus berkembang. Maka kompensasi harus seadil-adilnya bahkan dilebihkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-cabang-jne-medan-fikri-al-haq-fachryana-1.jpg)