Pendaki Gunung Guntur yang Sempat Hilang, Bisa Lihat Orang tapi Tak Bisa Memanggil
Rekan korban, sempat menunggu di pos tiga hingga siang hari. Namun, korban tak juga datang. Akhirnya, rekan korban turun ke pos satu dan kembali men
Hingga akhirnya menemukan korban berada di dekat batu besar dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam.
Begitu melihat korban, Entis mengaku sempat memastikannya dengan menanyakan nama korban.
Setelah yakin itu pendaki yang dicari, Entis pun langsung memeluknya dan memberi korban pakaian.
"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada di situ, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," katanya.
Bisa lihat orang lain, tapi orang tak dipanggil
Dari pengakuan korban, menurut Entis sebenarnya korban bisa melihat orang lain dari tempatnya.
Namun, anehnya dia tidak bisa memanggilnya dan orang yang dilihatnya pun tidak bisa melihat dan mendengar korban.
Entis sendiri merasa terpanggil untuk ikut melakukan pencarian korban sebagai bentuk tanggungjawab karena selama ini dirinya ikut mengais rejeki dari para pendaki.
Entis khawatir, jika korban hilang dan tidak ditemukan, Gunung Guntur ditutup.
"10 tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah 4 hari, sama kondisinya saat ditemukan juga telanjang," katanya.
Kronologi pendaki Gunung Guntur hilang
Sebelumnya, terungkap kronologi seorang pendaki Gunung Guntur Garut yang mendaki bersama 4 orang temannya sejak Jumat (3/7/2020) siang, dinyatakan hilang pada Sabtu (4/5/2020).
Setelah dilakukan upaya pencarian, Minggu (5/7/2020) pagi, korban berhasil ditemukan dalam kondisi lemas dan hanya menggunakan celana dalam.
Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Masrokan mengungkapkan, pendaki yang sempat dinyatakan hilang bernama Afrizal (16), warga Kecamatan Cilawu Garut.
Korban naik Gunung Guntur bersama empat orang rekannya sejak Jumat (3/7/2020) siang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/entis-sutisna-warga-yang-menemukan-pendaki-hilang-di-gunung-guntur.jpg)