Update Covid19 Sumut 14 Juli 2020

Usai dapat Apresiasi dari BNPB, Posko Covid-19 di Kecamatan Sidikalang Dairi Dibongkar

Angka kasus Covid-19 di Dairi belakangan ini melonjak, melampaui jumlah kasus sebelum berhasil nihil pada 3 Juli lalu.

TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
SEBELUMNYA di lokasi ini tepatnya di Kel Sidiangkat Kec Sidikalang Kab Dairi, terdapat posko check-point pencegahan masuknya Covid-19. Setelah ditinjau LO BPNP, posko ini dibongkar, yang tersisa tinggal spanduk petunjuknya. Foto diambil, Selasa (14/7/2020) 

TRI BUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kabupaten Dairi baru-baru ini mendapat pujian dari Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dahlan Harahap.

Dahlan mengucapkan apresiasi terhadap upaya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19, usai meninjau posko check-point di perbatasan Karo-Dairi, Lae Pondom, dan rumah singgah orang terduga terpapar Covid-19 di kompleks Taman Wisata Iman.

"Saya salut dengan apa yang sudah dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 dalam pencegahan Covid-19. Semoga tetap dapat dipertahankan kinerja yang baik ini," ujar Dahlan waktu kunker ke Kabupaten Dairi, tanggal 10 Juli lalu.

Namun, setelah hari itu, dua posko check-point lainnya, masing-masing di Lae Mbulan dan Sidiangkat, ditutup. Pantauan Tribun Medan, Selasa (14/7/2020), bangunan kedua posko tersebut tak ada lagi alias sudah dibongkar.

Harga Rapid Test Bervariasi, Gugus Tugas: Belum Ada Pembuatan Posko Aduan

Sementara itu, angka kasus Covid-19 di Dairi belakangan ini melonjak, melampaui jumlah kasus sebelum berhasil nihil pada 3 Juli lalu.

Padahal, kedua posko yang dibongkar itu sedikit banyak punya andil selama ini.

Ketua Pokja Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, kedua posko itu dibongkar pada Senin (13/7/2020).

Penutupan kedua posko itu, lanjutnya merupakan hasil rapat Forkompida Dairi dan sifatnya sementara.

"Tujuannya, untuk efisiensi anggaran. Pakpak Bharat hingga Subulussalam dan Aceh Singkil adalah Zona Hijau, sehingga orang-orang yang datang dari sana kecil kemungkinan membawa wabah Covid-19. Jadi, kurang efektif pemeriksaan di sana," kata Rahmat yang ditemui Tri bun Medan, Selasa (14/7/2020).

Peduli Pencegahan Covid-19, Mahasiswa KKN di Pakpak Bharat Jadi Relawan Bantu Petugas Posko

Rahmat mengaku, kurang tahu besaran kas daerah yang ditelan untuk penyelenggaraan setiap posko check-point. Menurut data terakhir, kasus pasien positif Covid-19 di Dairi ada dua orang.

"Kasus Covid-19 di Dairi per tanggal 13 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, untuk pasien positif: dua orang, PDP dan ODP: nihil, OTG: 32 orang, serta pelaku perjalanan asal Zona Merah yang dikarantina di rumah singgah lantaran diduga membawa Covid-19: 34 orang," ungkapnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, tambah Rahmat, berpesan kepada masyarakat Dairi untuk kembali patuh melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti dulu lagi saat masa awal kasus Covid-19 muncul di Dairi. (cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved