Mahasiswa Laksanakan KKN Individu Saat Pandemi, Banyak Mengira Kami Saudara Kades
Untuk periode KKN tahun ini, mahasiswa cukup melakukan pengabdian di desa sesuai daerah domisili.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah mahasiswa semester tujuh di Sumatra Utara melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di beberapa daerah.
Uniknya, KKN tahun ini dilaksanakan secara berbeda mengingat tingkat wabah corona di Sumatra Utara masih terbilang cukup tinggi.
Untuk periode KKN tahun ini, mahasiswa cukup melakukan pengabdian di desa sesuai daerah domisili.
Selain harus menjalani pengabdian di desa sendiri, mahasiswa juga tidak diperkenankan untuk melakukan pengabdian secara berkelompok.
Hal ini diungkapkan Michael Marzello, mahasiswa jurusan Sastra Jepang USU yang memiliki penjadwalan KKN di Suka Mandi, Kabupaten Karo.
• Beda KKN-PPM Mahasiswa USU Tahun 2020, Dilakukan Secara Online
Michael sendiri sebelumnya tidak memiliki ekspetasi akan menjalani KKN seorang diri. Selama dua hari Michael mengajarkan anak-anak di daerahnya mempelajari dasar bahasa Jepang.
"Untuk KKN ini saya kami lakukan per individu. Perasaannya diluar ekspetasi. Kemarin KKNnya hanya berjalan dua hari. Karena inikan lagi masa pandemi, jadi kita satu kelompok KKN di daerah masing-masing," ungkap Michael kepada Tribun Medan, Senin (20/7/2020).
Michael dan anggota sekelompoknya terpisah ke daerah masing-masing. Ia menjelaskan bahwa masing-masing anggota sudah memiliki pembagian tugas yang nantinya akan digabungkan dari masing-masing program kerja.
"Di kami ada masing-masing progja, jadi setiap progja ada yang menanganinya gitu jadi dua hari saja dan nanti akan digabungkan dengan progja-progja anggota kelompok yang lain. Baru kemudian kita rangkum dan kasih laporannya," jelasnya.
Senada dengan Michael, Riani mahasiswa Hukum USU ini sedikit kecewa lantaran menjalani KKN hanya seorang diri di desanya daerah Asahan.
• Edukasi Mengenai Covid-19, Mahasiswa KKN-BK Desa Batu Gemuk Sosialisasi Protokol Kesehatan
"Pastinya sedih harus jalani KKN tapi sendiri seperti ini. Seharusnya kita ramai-ramai mengerjakan progja bersama, ini sendiri bolak balik kantor desa. Sempat juga beberapa dari kami yang KKN sendirian ini dikira malah saudara kades," ujar Riani.
Riani sempat dikatakan saudara Kades lantaran, masyarakat yang bukan di lingkungan Riani berpikir bahwa biasanya mahasiswa KKN datang secara beramai-ramai tidak sendirian.
Namun, Riani tidak melulu harus kecewa. Ia turut membawa rasa semangatnya agar KKN di daerah domisili ini dapat berjalan dengan lancar.
"Ya mau gimana lagi, gak mungkin harus disesali juga ya. Semoga ini bisa berjalan lancar pastinya. Bawa semangat ajalah, semoga pandemi cepat berlalu agar adik stambuk tidak merasakan apa yang kami rasakan," pungkas Riani.(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kkn-mahasiswa.jpg)