T R I B U N Wiki
T R I B U N-MEDAN-WIKI: Mengenal Kesultanan Asahan di Sumut
Ketika kekuasaan Aceh Darussalam meredup, Kesultanan Asahan melepaskan diri dan menjadi kerajaan sendiri pada abad ke-19.
Kesultanan Asahan Pernah mengibarkan bendera Kerajaan Inggris di dermaga wilayah kesultanan untuk mengelabui Belanda. Hal ini dilakukan agar tidak masuk ke wilayah Kesultanan.
M Aziz Rizky juga menjelaskan, Sultan Ahmadsyah yang ketika itu sedang bertahta juga pernah menolak mentah-mentah undangan Netscher untuk berunding diatas kapalnya.
Penolakan inilah yang membuat Netscher geram, sehingga memberikan ultimatum kepada Sultan Ahmadsyah bahwa Belanda Akan menyerang.
Ultimatum ini kemudian dilakukan ditahun 1865 tersebut.
Karena kalah dalam persenjataan, akhirnya Kesultanan Asahan tunduk pada Belanda.
Sikap yang ditunjukkan oleh Sultan Ahmadsyah patut kita tiru. Sultan telah menunjukkan bahwa kesultanan dapat berdiri sendiri, dan sejajar dengan kesultanan lain.
Namun, dalam buku Babon Kerajaan-Kerajaan di Nusantara, Faisal Ardi Gustama, menceritakan Kesultanan Asahan berdiri sejak abad ke-17 M, dan telah memeluk Islam sejak awal didirikan.
Hal itu dikarenakan pemimpin pertama kerajaan ini adalah putra Sultan Iskandar Muda, bernama Abdul Jalil.
Wilayah yang menjadi daerah pemerintahan Kesultanan Asahan awalnya adalah daerah taklukan Kesultanan Aceh Darussalam.
Wilayah Kesultanan Asahan itu ditaklukan oleh Aceh Darussalam ketika Sultan Iskandar Muda melakukan penyerbuan ke Kerajaan Aru, yang berpusat di daerah Deli pada 1612.
Saat itu, pasukan Aceh Darussalam sedang mengejar Sultan Johor yang diketahui menjadi kerja sama dengan Portugis. Dalam pengejaran itu, Sultan Iskandar Muda dan pasukannya berhenti di sebuah sungai.
Ketika sedang beristirahat itu, Sultan Iskandar Muda menyusuri sungai itu, hingga ia tiba di suatu tanjung yang sangat indah.
Tanjung tersebut merupakan pertemuan antara dua sungai, yakni Sungai Asahan dan Sungai Silau.
Sultan Iskandar Muda yang terpesona dengan pemandangan di sekitar tanjung, memerintahkan kepada para pengawalnya untuk membangun tempat peristirahatan berupa balai.
Daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Tanjung Balai, yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Asahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/replika-istana-sultan-asahan-replika-istana-sultan-asahan.jpg)