Sangat Berlimpah di Kita, ternyata Sayur Kol (Kubis) dan Mentimun Sangat Efektif Melawan COVID-19

Konsumsi rata-rata kubis atau mentimun sebanyak 1 gram per hari dapat mengurangi angka kematian COVID-19 sebesar 13,6 persen atau 15,7 persen.

Editor: Tariden Turnip
yukoki.com
Sangat Berlimpah di Kita, ternyata Sayur Kol (Kubis) dan Mentimun Sangat Efektif Melawan COVID-19. Sayur kubis atau sayur kol 

DUA sayuran yang sangat berlimpah di Indonesia dan harganya murah meriah ternyata sangat efektif memperkuat kekebalan tubuh (imun) melawan Virus Corona Baru SARS-CoV-2 pemicu COVID-19.

Sebuah studi terbaru di Eropa, konsumsi rata-rata kubis atau mentimun sebanyak 1 gram per hari dapat mengurangi angka kematian COVID-19 satu masing-masing sebesar 13,6 persen atau 15,7 persen.

Tetapi selada berpotensi memiliki efek sebaliknya.

Sedangkan sayuran lain tidak menunjukkan manfaat melawan penyakit yang diharapkan, menurut para peneliti yang dipimpin oleh Jean Bousquet, profesor kedokteran paru di Universitas Montpellier Perancis.

Namun studi ini belum belum final dan belum ditinjau pakar lain dan ujicobanya terbatas pada Eropa.

Salin itu para peneliti mengingatkan pelaporan tingkat kematian COVID-19 di tiap negara berbeda karena menggunakan parameter berbeda.

Meski demikian ini adalah "upaya pertama untuk menghubungkan tingkat kematian dengan konsumsi makanan”.

"Nutrisi tidak boleh diabaikan" sebagai faktor di balik kematian Covid-19, kata Bousquet, mantan ketua Aliansi Global WHO melawan Penyakit Pernafasan Kronis, dan rekannya di surat kabar yang diposting di server preprint medRxiv.org pada hari Sabtu (18/7/2020) seperti dikutip t r i b u n-medan.com dari south china morning post.

Seorang petani menunjukkan komoditas sayur Kol yang ditanami di perladangan miliknya, di Dusun VI, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Dairi pada Sabtu (9/2/2019).
Seorang petani menunjukkan komoditas sayur Kol yang ditanami di perladangan miliknya, di Dusun VI, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Dairi pada Sabtu (9/2/2019). (TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA)

Mereka mencatat bahwa Belgia, Inggris, Spanyol, Italia, Swedia dan Perancis telah mencatat angka kematian Covid-19 tertinggi di dunia.

Lebih dari 800 orang meninggal per 1 juta orang di Belgia, angka dua kali lipat dari Amerika Serikat, negara yang paling parah dilanda pandemi COVID-19.

Di negara-negara ini, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kematian seperti penegakan tindakan lockdown dan iklim bervariasi, tetapi mereka memiliki satu kesamaan: kubis dan mentimun bukan bagian besar dari makanan.

Di Perancis, rata-rata orang ditemukan mengonsumsi sekitar 1 gram kol sehari, sedangkan di lima negara lainnya, rata-rata kurang dari 5 gram sehari.

Mentimun
Mentimun (grid.id)

Sebaliknya, hampir 30 gram kubis dikonsumsi rata-rata per hari di Latvia, di mana angka kematian dari Covid-19 termasuk yang terendah di dunia, yaitu 16 orang per 1 juta orang.

Para peneliti menemukan pola yang sama dalam konsumsi mentimun.

Siprus tidak makan banyak kol, tetapi lebih dari 30 gram mentimun dikonsumsi rata-rata per hari - dan tingkat kematian di Siprus setara dengan Latvia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved