News Video
USU LOCKDOWN, Pedagang Makanan di Depan Kampus Terdampak Hingga Alami Penurunan Pendapatan
Penutupan kampus ini tak dipungkiri memberikan dampak kepada para pedagang makanan yang biasa berjualan di depan kampus.
USU LOCKDOWN, Pedagang Makanan di Depan Kampus Terdampak Hingga Alami Penurunan Pendapatan
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Sumatra Utara kembali melakukan Lockdown kampus sejak tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2020.
Hal ini disampaikan Rektor USU Runtung Sitepu dalam surat edaran yang dikeluarkan pada Jumat (24/7/2020).
Pantauan Tribun Medan di areal depan pintu masuk Universitas Sumatra Utara terdapat spanduk bertuliskan "Dalam rangka upaya peningkatan pencegahan penyebaran covid-19 sementara kampus USU ditutup secara penuh (Lockdown) tanggal 26 Juli s/d 02 Agustus 2020".
Informasi penutupan kampus inipun sudah menyebar ke seluruh warga USU.
Dalam surat edaran tersebut, Runtung menyebutkan Lockdown perlu dilakukan memperhatikan keadaan civitas akademika akhir-akhir ini yang beberapa dinyatakan positif terjangkit covid-19.
Penutupan kampus ini tak dipungkiri memberikan dampak kepada para pedagang makanan yang biasa berjualan di depan kampus, tepatnya di Jalan Dr Mansyur Medan.
Satu di antaranya adalah Diah, seorang pedagang tahu goreng di pintu satu USU.
Ia mengaku pendapatan jualannya turun drastis saat kampus ditutup secara penuh.
"Turun sekali lah, ini saja buka dari jam 9 pagi tapi baru buka dasar, baru laku satu bungkus," ujar Diah saat ditemui Tribun Medan, Sabtu (25/7/2020).
Diah mengaku telah berjualan selama satu tahun setengah di depan pintu satu USU.
Semenjak kebijakan lockdown ia mengaku pendapatan nya turun karena tidak banyak mahasiswa ataupun warga USU lainnya yang lewat untuk membeli dagangannya.
"Kalau pas sudah buka kemarin lumayan lah ya. Orang-orang sini kadang sering juga beli. Tapi kalau pas ujian kemarin enggak terlalu banyak juga karena mereka banyak nya dari luar Medan bukan orang sini," katanya.
Terpisah, hal serupa juga dialami oleh Sri, seorang pedagang di depan Fakultas Psikologi USU.
Berbeda dengan Diah yang memiliki dagangan sendiri, Sri mengambil dagangan nya dari toke.