News Video
2 Camat Lempar Tanggung Jawab terkait Sampah di Perbatasan Medan- Deliserdang Sepanjang 20 Meter
Tumpukan sampah sepanjang 20 meter menggangu pemandangan di bahu Jalan Asrama, Medan, Sumatera Utara, Senin (27/7/2020)
TRIBUN-MEDAN.COM - Tumpukan sampah sepanjang 20 meter menggangu pemandangan di bahu Jalan Asrama, Medan, Sumatera Utara, Senin (27/7/2020).
Pantauan Tribun Medan, sampah yang menimbulkan aroma tidak sedap ini didominasi limbah rumah tangga.
Saat dikonfirmasi kepada Camat Medan Helvetia, Andi Mario Siregar mengungkapkan, tumpukan sampah di Jalan Asrama ini sudah memasuki batas wilayah Kecamatan Sunggal, Deliserdang.
"Itu sudah Deliserdang, kita batasnya yang mau jalan ke LP (Tanjung Gusta), ke sananya Deliserdang," ungkap Andi kepada Tribun Medan.
Tambahnya, Andi mengakui bahwa sejak dulu permasalahan sampah di Jalan Asrama ini menjadi perdebatan mengenai wewenang pengelolaan sampah oleh dua kecamatan.
Tonton video:
Namun, ketika Tribun Medan mengonfirmasi kepada pihak Camat Sunggal Deliserdang, Ismail juga mengungkapkan bahwa jajaran tol masih berada di wilayah Kecamatan Medan Helvetia.
"Kalau posisinya itu di wilayah Medan Helvetia. Batas kita itu sungai Bedera ke dalam itu Deliserdang, kalau trotoar ke jalan wilayah Medan. Kita tidak tahu warga mana yang buang itu. Bisa saja warga sebrang itu warga Medan," ungkap Ismail.
Ismail menuturkan bahwa walau bukan wewenangnya, ia akan segera menindaklanjuti masalah sampah ini.
Ismail juga menuturkan bahwa sesegera mungkin ia akan bertemu dengan pihak Camat Medan Helvetia untuk membicarakan masalah sampah ini.
"Saya secara kewenangan wilayah bukan urusan saya tapi yaudahlah kita bicara moral sajalah. Makanya kalau berdebat wilayah akan panjang ceritanya. Kalau untuk letak tempat sampah yah itu bukan wilayah saya, seharusnya ini Pemko Medan. Nanti kami akan ketemu untuk membicarakan ini," ucap Ismail.
Menumpuknya sampah yang mengular di sepanjang jalan turut meresahkan warga, diantaranya Malau, warga yang tinggal di sekitaran jalan Asrama.
Malau mengungkapkan tumpukan sampah sudah ada kurang lebih seminggu yang tidak rutin diangkat oleh pihak kecamatan.
Ia menuturkan tidak dapat menyalahkan siapapun.
"Sampah ini sudah lama, kadang diangkut kadang enggak, seminggu kurang lebih lah sampah ini ada. Kita juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, yang salah ini aparat atau masyarakatnya. Soalnya tempat pembuangan sampah tidak dibuat disini," ujar Malau kepada Tribun Medan.