Gugus Tugas Benarkan Mantan Sekda Sumut Nurdin Lubis dan Istri Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut membenarkan mantan Sekda Sumut Nurdin Lubis dan istri positif Covid

Tayang:
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Nurdin Lubis saat ditemui di Gedung Juang 45 Medan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah membenarkan mantan Sekda Sumut Nurdin Lubis dan istrinya positif terpapar virus Corona.

"Iya, beliau dirawat di Rumah Sakit Royal Prima. Istrinya juga positif," katanya, Senin (27/7/2020).

Aris belum bisa menjelaskan secara detail tentang kronologi Nurdin Lubis tertular Covid-19.

Namun, setelah mengetahui Nurdin Lubis positif, Gugus Tugas langsung melakukan pengecekan swab kepada seluruh keluarga.

"Hari ini selesai semua keluarga dites swab, anak, menantu dan cucunya semua. Belum keluar hasil swab mereka, minggu depan baru tahu kondisi keluarganya semua," katanya.

Informasi yang diperoleh, Nurdin Lubis sebelumnya mengirim pesan singkat tentang kondisinya yang positif Covid-19 kepada para pimpinan dan Andalan Kwarda Gerakan Pramuka Sumut.

Berikut isi pesan Nurdin:

"Yth kakak pimpinan dan andalan Kwardasu.

Dengan memohon doa dan dukungan moril dari kakak, saya sampaikan bahwa berdasarkan hasil swab laboratorium USU tanggal 26 Juli, saya dinyatakan positif Covid-19.

Saya dalam perjalanan menuju RS Royal Prima untuk rik, badan agak meriang, tanpa ada batuk dan tidak sesak napas.

Sebelumnya, tanggal 23 Juli istri saya dinyatakan positif dengan gejala demam dan batuk dan sekarang dalam perawatan di RS Royal Prima.

Hasil rik dokter, masuk dalam kategori ringan/sedang.

Alhamdulillah, kondisinya hari ini semakin membaik.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya sampaikan sebagai berikut;

1. Selama saya dalam perawatan, yang menjalankan tugas dan tanggungjawab ketua Kwardasu adalah Ses kwardasu, kakak Dr Rajab Pasaribu;

2. Bagi kakak yang berinteraksi dengan saya dalam seminggu terakhir, saya sarankan untuk melakukan rapid tes atau swab. Hal ini sudah saya bicarakan dengan kakak Dr Aris, waka BM, sekretaris Dinkessu/jubir gugus tugas Provsu;

3. Kantor Kwardasu hari ini akan disemprot dengan disinfektan dan bekerja dari rumah selama dua hari. Demikian untuk maklum, atas perhatian dan doanya saya ucapkan terimakasih. Wassalam. Salam Pramuka. Nurdin Lubis".

Data Covid-19 Sumut 27 Juli 2020

Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Sumut tercatat bertambah 48 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan menerangkan bahwa total pasien terpapar virus Corona berjumlah 3438 orang di Sumut hingga Senin (27/7/2020) pukul 16.00 WIB.

"Update data Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara hingga 27 Juli 2020, pasien terkonfirmasi total berjumlah 3.438 orang," ungkapnya.

Angka positif terkonfirmasi Covid-19 tersebut hasil dari 20.394 spesimen sampel yang telah diuji di laboratorium.

Sampel untuk hari ini dilakukan terhadap 335 orang.

Peningkatan juga terjadi pada pasien sembuh dari virus corona yaitu bertambah sebanyak 14 orang.

"Pasien sembuh total menjadi 931 orang. Sementara pasien meninggal dunia akibat positif virus corona bertambah 1 orang menjadi 181 orang," tutur Whiko.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penambahan sebanyak 20 orang dalam sehari.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 398 Orang," ungkap Whiko

Whiko menyebutkan penyebab dari melonjaknya angka ini disebabkan masifnya pemeriksaan yang dilakukan pihaknya.

"Kita dapatkan beberapa kali melonjaknya angka kasus positif Covid19 di Sumatera Utara yang ada saat ini. Hal ini salah satunya karena masifnya pemeriksaan swab PCR dan rapid test yang dilakukan Gugus Tugas di Sumatera Utara. Yang dilakukan baik di rumah maupun di lokasi lainnya," tuturnya.

Whiko membeberkan masifnya pemeriksaan ini sebagai cara menuju tatanan hidup baru (new normal life) yang akan direalisasi di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

"Hal ini sebagai salah satu syarat formal yang akan dipenuhi yang di antaranya transmisi Covid19 dan kemampuan sistem kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi para penderita Covid19. Pemerintahan provinsi Sumatera Utara ekstra hati-hati menetapkan kebijakan new normal setelah mendapatkan masukan dari para pakar dan akademisi," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penambahan pasien terpapar virus corona masih terus terjadi di Sumut, untuk itu ia meminta agar masyarakat tetap patuh mengikuti protokol kesehatan.

Data Nasional

Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Hampir enam bulan sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020, kasus Covid-19 di Indonesia kini telah melewati jumlah 100.000 pasien.

Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam situs Covid19.go.id, Senin (27/7/2020) sore.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin pukul 12.00 WIB, total ada 100.303 kasus Covid-19 di Tanah Air sejak awal pandemi.

Ini akibat adanya penambahan 1.525 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sebanyak 1.525 kasus baru ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan 13.060 spesimen dari 10.996 orang yang diambil sampelnya.

Sehingga, total sudah ada pemeriksaan 1.394.759 spesimen dari 807.946 orang yang diambil sampelnya.

Artinya, satu orang bisa menjalani tes spesimen lebih dari satu kali.

Berdasarkan data yang sama, dalam periode tersebut juga ada penambahan 1.518 pasien Covid-19 yang sembuh.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, secara akumulasi ada 58.173 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan tidak lagi terinfeksi virus corona.

Jumlah tersebut setara 58 persen dari total kasus yang ada di Indonesia.

Akan tetapi, pemerintah juga mengumumkan kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada penambahan 57 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 26-27 Juli 2020.

Hal ini menyebabkan total pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 4.838 orang.

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan bahwa masih ada 37.292 pasien Covid-19 yang saat ini masih menjalani perawatan.

Kemudian, ada 54.910 orang yang berstatus suspek terkait Covid-19.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved