Breaking News:

Kampung Kadin Sumut Berlanjut, Gelar Pelatihan Pembuatan Arang Sehat untuk Masyarakat

Pelatihan membuat briket atau arang sehat yang bekerja sama dengan rumah briket yang diusung Rena Arifah Simbolon.

TRIBUN MEDAN/HO
RENA Arifah Simbolon pada pelatihan pembuatan arang sehat oleh Rumah Briket bekerja sama dengan Kadin Sumut. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Program Kampung Kadin Sumatra Utara yang bergerak di bidang lingkungan bertajuk Kampung Kadin Sumut masih terus berlanjut.

Pelatihan kini berkembang tak hanya pelatihan pembuatan cairan eco enzyme kini juga sudah mengadakan pelatihan pembuatan arang sehat, pengelolaan sampah, hingga teknik pertanian organik.

Satu di antara pelatihan Kampung Kadin tersebut adalah pelatihan membuat briket atau arang sehat yang bekerja sama dengan rumah briket yang diusung Rena Arifah Simbolon.

Usaha rumahan yang mengelola sampah organik, Rumah Briket memanfaatkan sampah organik untuk memproduksi arang sehat yang bernilai jual serta tidak menghasilkan residu sedikitpun (zero waste).

Bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Rumah Briket membuat pelatihan pembuatan arang sehat di UD Kreasi Lutvi, Senin (27/7/2020).

Penutupan Program Kampung Kadin di Medan, 3 Ton Cairan Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai

"Yang paling penting adalah soal mindset, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Sampah adalah bahan sisa produksi yang tidak bisa digunakan lagi, intinya sisa, tidak berharga," ujar Rena, pemilik Rumah Briket Sampah Senin (27/7/2020).

Rena mengatakan bahwa selama ini yang terjadi adalah kesalahan pola pikir yang ada di masyarakat, yakni memikirkan sampah adalah sesuatu yang tidak berguna. Hal itu, menurutnya yang menjadikan masalah penumpukan sampah yang terjadi selama ini benar-benar menjadi masalah yang pelik dan sulit ditemukan solusinya.

"Contohnya saja coba kita lihat di pinggir jalan, seseorang minum es misalnya, kalau sudah habis esnya wadahnya langsung dibuang begitu saja, kenapa? Karena menganggap sampah itu tidak berguna makanya dibuang," tambah Rena.

Alumni Fakultas Teknik USU ini mengatakan bahwa sangat penting untuk berinisiatif dalam menciptakan sesuatu, terkhusus yang dapat memberi solusi atas masalah yang tengah dihadapi.

"Ini arang dari rumah briket ini Saya jual, jadi punya nilai ekonomis, bayangkan saja sesuatu yang awalnya tidak berharga menjadi sangat berharga," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved