Buka Ruang Refleksi, Angkat Restorasi Sejarah melalui Teknologi AI 

festival ini tidak sekadar menghadirkan pameran teknologi, melainkan juga membuka ruang refleksi terhadap hubungan manusia

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
FESTIVAL- Tim penyelenggara berfoto bersama usai konferensi pers Zamatra AI Fest #1: Restorasi Hulu Hilir Sumatera Utara di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Medan, Rabu (6/5/2026). Festival berbasis kecerdasan buatan tersebut akan digelar pada 22-23 Mei 2026 dengan mengangkat restorasi sejarah dan budaya Sumatera Utara melalui teknologi AI. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Festival kebudayaan berbasis kecerdasan buatan bertajuk Zamatra AI Fest #1: Restorasi Hulu Hilir Sumatera Utara akan digelar pada 22-23 Mei 2026 di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Medan.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin untuk mengangkat kembali sejarah, lanskap, serta warisan budaya Sumatera Utara melalui pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Penanggung jawab program sekaligus kreator AI, Bayu Rahmad Putra mengatakan, festival tersebut berupaya menghadirkan kembali narasi masa lampau Sumatera Utara dengan pendekatan visual dan artistik berbasis AI.

“AI dimanfaatkan sebagai metode kerja sekaligus media pengungkapan karya untuk menelusuri kembali jejak budaya Sumatera Utara dari hulu hingga hilir,” ujar Bayu dalam keterangan programnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, istilah Zamatra merupakan nama lain Sumatera yang telah dikenal sejak masa lampau. Dalam konsep festival ini, AI digunakan untuk membangun kembali imajinasi sejarah, mulai dari kejayaan kapur barus, jejak Kerajaan Haru, hingga bentang alam Danau Toba dan kawasan pesisir timur Sumatera Utara.

Baca juga: Rekafin, Startup Pencatatan Keuangan Berbasis AI, Perkuat Layanan Lewat Umpan Balik Pengguna

Menurut Bayu, festival ini tidak sekadar menghadirkan pameran teknologi, melainkan juga membuka ruang refleksi terhadap hubungan manusia, budaya, dan perkembangan teknologi digital yang semakin masif.

“Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi undangan terbuka bagi generasi muda untuk memahami, merenungkan, dan merawat warisan budaya sebagai bagian dari jati diri,” katanya.

Dalam festival tersebut akan digelar sejumlah agenda seperti keliling hulu-hilir Sumut, Focus Group  Discussion (FGD), seminar AI, dialog lintas gagasan, bengkel AI panggung, hingga pameran karya-karya AI.

Pameran nantinya akan menampilkan karya visual berbasis AI yang mengisahkan peradaban Sumatera pada masa lalu dalam perspektif futuristik. Pengunjung diajak melihat bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan untuk merekonstruksi memori kolektif dan menghadirkan kembali ruang-ruang sejarah yang telah hilang.

Bayu menyebut, perkembangan AI saat ini menjadi fenomena besar yang memengaruhi cara hidup manusia. Karena itu, menurutnya, teknologi perlu diposisikan bukan hanya sebagai alat modern, tetapi juga sarana menjaga dan menghidupkan kembali ingatan kebudayaan.

Festival ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif berbasis warisan budaya Sumatera Utara yang relevan dengan perkembangan era digital dan kecerdasan buatan.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved