News Video
Detik-detik Demo Grab Nyaris Ricuh saat Pria Berbadan Besar Coba Usir Massa dari Depan Kantor
Puluhan driver Grab Bike melakukan aksi somasi terhadap manajamen Grab Medan di CBD Polonia, Medan, Selasa (28/7/2020)
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan driver Grab Bike melakukan aksi somasi terhadap manajamen Grab Medan di CBD Polonia, Medan, Selasa (28/7/2020).
Mereka tergabung dalam Gerakan Kolaborasi 2020.
Terlihat massa aksi menggunakan pengeras suara dan spanduk dalam menyatakan aspirasinya.
Sementara kantor grab berpintu hijau tersebut tampak tertutup rapat bahkan tergembok saat massa aksi datang.
Dalam tulisan lainnya para driver menuliskan "Kami Ini Mitra Bukan Budak" dan "Kembalikan insentif seperti dulu cuma itu satu-satunya yang kami harap," tulis mereka di sebuah karton.
Bahkan para massa aksi sempat melakukan aksi teatrikal penyegelan untuk menandakan tulisan "Kantor Grab Disegel"
Unjuk rasa sempat memanas saat beberapa pria datang dan mengadang massa di depan kantor manajemen.
Mereka diduga adalah petugas keamanan kantor Grab.
Koordinator aksi pun langsung berteriak jangan terprovokasi.
Tonton video:
Koordinator Aksi, Raja Pakpahan menyebutkan aksi kali ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap pencabutan bonus oleh manajamen kepada para driver secara tiba-tiba.
"Aksi ini sebagai bentuk penolakan kepada pihak aplikasi di tengah pandemi tega mencabut bonus yang selama ini dijanjikan kepada para driver. Bonus itu sebagai pendapatan tetap kita sebagai driver grab kota Medan tapi hari ini di tengah pandemi yang sulit. Malahan pihak grab mencabut bonus yang sudah dijanjikan ke kita," ungkapnya dengan nada tenor.
Ia menerangkan bahwa pendaptan para driver grab bila tidak ada bonus akan sangat membuat perekonomian sulit.
"Hari ini pendapatan kita 4 ribu per orderan, kalau 10 orderan hanya 40 ribu. Itu dipotong uang minyak dan lain-lainnya. Tidak dapat bonus, makanya kita tidak dapat apa-apa. Jadi banyak orang-orang tidak punya pilihan lagi untuk bekerja tetap di Grab ini jadi kita berharap terhadap pihak aplikasi," tuturnya.
Raja menyebutkan bahwa selain itu pihak aplikasi juga kerap melakukan pemutusan mitra (PM) secara sepihak.