Breaking News

Update Covid19 Sumut 29 Juli 2020

BREAKING NEWS: Rektor USU Runtung Tanggapi Mantan Dosen Meninggal Diduga Positif Covid-19

Saya belum dapat informasi penyebab kematian Prof Usman Baafai Selama ini tidak ada berita bahwa dia positif Covid-19

Dok/T ribun Medan / Arjuna
Rektor USU Prof Runtung Sitepu 

T RIBUN-MEDAN.com, MEDAN -

Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Runtung Sitepu menanggapi terkait bekas USU Prof. Dr. Ir. Usman Baafai yang meninggal suspek Covid19.     

Runtung menerangkan bahw yang bersangkutan telah pensiun sebagai tenaga pengajar di USU.

"Saya belum dapat informasi penyebab kematian Prof Usman Baafai Selama ini tidak ada berita bahwa dia positif Covid19. Dia sudah tidak lagi pengajar, dia sudah pensiun dari Fakulatas Teknik," ungkapnya saat dikonfirmasi T ribun, Rabu (29/7/2020).

Runtung memastikan tidak ada hubungan keluarga antara Prof Usman dengan dosen Fakultas Teknik USU yang berinisial MHKS yang meninggal akibat covid-19.

"Tidak ada," cetusnya.

Sebelumnya, bekas dosen Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Prof. Dr. Ir. Usman Baafai meninggal suspek Covid19 di RS Martha Friska Medan.

Usman Baafai merupakan bekas dosen di Teknik Elektro dan pada tahun 2010 sempat menjadi Pelaksana Tugas Harian Kepala Departemen Teknik Elektro.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan membenarkan kabar tersebut.

"Kita dapat data meninggal mantan Dosen Teknik USU dia guru besar USU namanya Profesor Dr. Ir. Usman faai dapat kabarnya tadi siang jam 10 pagi," ungkapnya saat dikonfirmasi T ribun, Selasa (28/7/2020).

Ia menyebutkan bahwa yang bersangkutan meninggal di rumah sakit khusus rujukan Covid19 RS Martha Friska pada Senin (27/7/2020) malam.

"Meninggalnya di RS Martha Friska semalam waktunya malam," tuturnya.

Mardohar menuturkan terkait kepastian apakah yang bersangkutan terkonfirmasi (positif) Covid19 hal tersebut belum dapat ia pastikan.

"Hasil swab biasanya masuk ke (Gugus Tugas) Provinsi dulu kami belum dapat. Itu kita belum bisa kita pastikan karena belum berkoordinasi dengan USU. Karena dia periksa sendiri di luar USU. Kita tidak berani menyampaikan kalau datanya belum pasti," tuturnya.

Sementara, Juru Bicara GTPP Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan menegaskan bahwa apabila ada pasien yang dirawat di RS Martha Friska kemungkinan besar terpapar Covid-19.

"Kalau dirawat di RS Martha friska, kemgkinan terpapar covid-19. kalau pasien bukan Covid-19 pasti tidak dirawat di situ, karena itu khusus dibuat pemerintah," tegasnya.

(vic/t ribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved