Breaking News:

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga, Ini Penjelasan BMKG Terkait Potensi Serupa di Bulan Agustus

Angin Puting beliung terjadi karena Sumatera Utara berada pada wilayah konvergensi angin sehingga berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Awan gelap menyelimuti pemukiman penduduk di Medan, Senin (1/6/2020). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) rutin merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Fenomena cuaca angin puting beliung selama beberapa pekan terakhir kerap terjadi di sejumlah kecamatan di Medan.

Tidak jarang fenomena tersebut merusak rumah warga, hingga tumbangnya sejumlah pohon yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Seperti belum lama ini, hujan deras disertai dengan angin kencang di Medan mengakibatkan rusaknya enam rumah dan satu gereja.

Peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan, tepatnya di seputaran Lingkungan VI, Kelurahan Tanah 600, Lingkungan XXIV, Kelurahan Rengas Pulau.

Lingkungan V, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dan Lingkungan III, Lingkungan XV, Kelurahan Sei Mati, Lingkungan X, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (30/7/2020).

PUTING BELIUNG MENGAMUK, 6 Rumah dan Satu Gereja Disapu Angin Puting Beliung

Tidak hanya itu, pada Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 16.30 juga terjadi hal serupa sehingga rumah seorang warga yang tinggal di Kecamatan Medan Johor bagian atap dan sengnya terbang dan rusak.

Prakirawan BMKG Medan, Lestari Irene Purba membenarkan hal tersebut, dikatakannya hal tersebut terjadi karena Sumatera Utara berada pada wilayah konvergensi angin sehingga berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

"Berdasarkan informasi meteorologi pada tanggal 30 Juli 2020, wilayah Sumatera Utara berada pada wilayah konvergensi angin. Hal ini memicu pertumbuhan awan-awan hujan, yang dapat berpotensi mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang terjadi di sebagian wilayah kota Medan," ucapnya.

Dari peristiwa tersebut dikatakannya dalam data awal yang diperoleh dari Dinas Kesehatan setempat berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait tidak ada jumlah korban dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja Sambangi Korban Angin Puting Beliung

Selain itu diungkapkannya bahwa angin kencang dengan kecepatan 26 knot, juga tercatat terjadi di Stasiun Meteorologi Kualanamu. Selain itu ia juga mengatakan memasuki bulan Agustus, diperkirakan curah hujan di Sumut akan mengalami peningkatan. Ia pun meminta agar warga tetap waspada.

"Memasuki bulan Agustus, curah hujan di Sumut normalnya akan mengalami peningkatan. Masyarakat harus tetap waspada akan terjadinya hujan lebat yang dapat disertai angin kencang," katanya.

Terkait fenomena angin puting beliung yang selama beberapa hari ini terjadi di Medan katanya, dikarenakan Sumut sedang memasuki peralihan ke musim hujan sehingga cuaca ekstrem berpotensi terjadi.

"Sumut memasuki musim peralihan ke musim hujan, sehingga cuaca ekstrem dapat berpotensi terjadi saat ini," pungkasnya.(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved