Breaking News:

Update Covid19 Sumut 31 Juli 2020

Hari Pertama Penerapan New Normal, Pengunjung ke Samosir Membeludak, Terpaksa Naik Kapal Kayu

Hari pertama setelah ditetapkannya new normal oleh Kabupaten Samosir ini membuat penumpang datang dari berbagai daerah.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA
KAPAL kayu penyeberangan Ajibata-Tomok yang mengangkut penumpang dari Ajibata tiba di Tomok, Samosir. 

TRI BUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Calon penumpang yang hendak ke Kabupaten Samosir di pelabuhan KMP Ihan Batak dan KMP Tao Toba serta pelabuhan penyeberangan kapal kayu di Ajibata, Tobasa mulai membeludak, Jumat (31/7/2020).

Hari pertama setelah ditetapkannya new normal oleh Kabupaten Samosir ini membuat penumpang datang dari berbagai daerah.

Kebanyakan mereka yang hendak menyeberang bertujuan untuk berwisata. Apalagi, sekaligus libur Idul Adha yang jatuh pada Jumat. 

Wisatawan memanfaatkan waktunya di Samosir untuk berakhir pekan.

Amatan Tri bun Medan di Ajibata, meski ditambah jadwal KMP Ihan Batak yang sebelumnya dua trip menjadi tiga trip, namun tetap saja tak nampu menampung volume wisatawan.

Sebagiannya bahkan memilih menaiki kapal kayu menyeberang Ajibata-Tomok dan menitipkan mobilnya di Ajibata lantaran nomor antrian yang diperoleh tengah hari baru bisa berangkat pukul 19.00 WIB menaiki KMP Tao Toba.

Resmikan KMP Ihan Batak, Menko Luhut Ungkap Sosok Pertama Kali Mencetuskan Pembangunan Danau Toba

Kepala BPTD Wilayah II Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Putu Sumarjaya mengatakan guna mengatasi penumpukan dan antrean kendaraan di Pelabuhan Pelabuhan Ajibata Kabupaten Toba, dan Pelabuhan Ambarita Kabupaten Samosir, Kapal Motor Penyeberangan (KMP IHAN BATAK) dijadwalkan beroperasi dua trip perhari terhitung mulai tanggal 01 Agustus 2020.

Namun, pada hari pertama New Normal meski KMP Ihan Batak menambah trip, tetap saja terjadi penumpukan kendaraan karena kunjungan para wisatawan meningkatkan hingga sore hari.

Resdi Situmorang, seorang penumpang yang gagal menyeberang dengan KMP Ihan Batak mengaku kecewa karena KMP Ihan Batak hanya melayani penyeberangan tiga trip saja. "Kami kecewa juga, terpaksa kami meninggalkan mobil di Ajibata dan menyeberang pakai kapal kayu," ujar Resdi.

Wisatawan di Samosir Tidak Perlu Rapid Test

Padahal, menurut Resdi pelayanan KMP Ihan Batak sebaiknya diperhatikan mengingat Samosir tujuan wisata pavorit, sehingga angka pengunjung pasti menigkat.

Seperti terpantau, memang jumlah pengunjung meningkat dan kendaraan terlihat padat ramai mengantre hingga ada yang tidak bisa menyeberang.

Akhirnya Resdi mengatakan memilih naik kapal kayu. Penumpang kapal kayu saat tiba di pelabuhan Tomok tidak lagi dicatat alamat kedatangan seperti sebelumnya. Namun, hanya dicek suhu tubuh setiba turun dari kapal.(jun/tri bun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved