Wisata Sumut Saat Libur Idul Adha

Libur Idul Adha, Arus Lalu Lintas Berastagi-Medan Padat Merayap, Volume Kendaraan Naik 4 Kali Lipat

Libur lebaran Idul Adha dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu liburannya berkunjung ke Berastagi, Kabupaten Karo.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Suasana kepadatan arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi, tepatnya di kawasan Tahura, Kecamatan Berastagi, Minggu (2/8/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Suasana libur lebaran Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) kemarin, dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur ke Berastagi, Kabupaten Karo.

Dampaknya, pada Minggu (2/8/2020) ini arus lalu lintas baik menuju Berastagi maupun yang akan menuju ke Kota Medan, terlihat padat merayap.

Amatan www.tribun-medan.com, jika dari arah Kota Medan kepadatan kendaraan sudah mulai tampak terjadi di kawasan Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit.

Mulai dari jalur yang sudah menanjak itu, sejak sekira pukul 14.00 WIB untuk kendaraan roda empat hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Menurut pantauan, titik keramaian wisatawan yang memenuhi jalan nasional ini sudah tampak dari kawasan penatapan.

Kemudian, kepadatan juga terlihat di persimpangan pintu masuk ke Desa Doulu yang diketahui merupakan lokasi wisata pemandian air panas. Hingga akhirnya puncak kepadatan kendaraan, terjadi di pusat kota Berastagi.

Menurut informasi dari Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Agus Ita Lestari br Ginting, saat ini berdasarkan pantauan petugas di lapangan pihaknya mendata setidaknya saat ini volume kendaraan naik empat kali lipat dibanding hari libur biasanya.

Ia mengatakan, hal ini diduga masyarakat yang berlibur sudah terjadi sejak hari Jumat kemarin, namun kembali ke daerah asalnya bersamaan pada hari ini.

"Prediksi kendaraan yang naik empat kali lipat dari akhir pekan yang biasanya. Iya ada pengaruh dari long weekend, jadi wisatawan yg naik sudah mulai hari jumat, Sabtu, dan Minggu pagi, terus turunnya sama-sama semua hari Minggu sore," ujar Ita, Minggu (2/8/2020).

Ita mengatakan, kemacetan juga diperparah karena banyaknya masyarakat yang sebelumnya berlibur di kawasan yang berdekatan dengan Berastagi, namun mengarah kembali ke Berastagi.

Untuk itu, diperkirakan kemacetan ini akan cukup lama dapat diurai mengingat sangat membludaknya masyarakat yang berlibur di Kabupaten Karo dan wilayah di sekitarnya.

"Ditambah lagi limpahan kendaraan yang berlibur ke Tongging, Dairi, dan Pakpakbarat, pulangnya semua lewat satu jalur. Prediksi kita bisa sampai jam 12 malam baru mencair dari Tanah Karo," ungkapnya.

Kondisi ini, dijelaskan Ita karena berdasarkan pantauan dari personelnya di lapangan saat ini di beberapa titik yang ada di jalur tersebut masih terpantau padat.

Ia mengatakan, saat ini kendaraan dari Berastagi yang akan menuju ke arah Kota Medan masih mengular hingga kawasan Penatapan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved