UIN Sumut Gelar Ujian Masuk Daring
PERDANA UINSU Laksanakan SSE UM-PTKIN, Sebanyak 23 Pengawas Pantau Peserta Ujian Melalui Webcam
Pelaksanaan ujian berlangsung selama 100 menit yang dibagi dalam tiga sesi yang akan dipantau oleh 23 pengawas per sesinya.
PERDANA UINSU Laksanakan SSE UM-PTKIN, Sebanyak 23 Pengawas Pantau Peserta Ujian Melalui Webcam
TRI BUN-MEDAN.com - Suasana panitia di ruang sidang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) tampak sibuk dalam pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) secara daring, Senin (3/8/2020).
Puluhan panitia tersebut memantau para peserta ujian melalui webcam agar tidak ada munculnya kecurangan dalam pengerjaan pelaksanaan ujian.
Rektor UINSU, Saidurrahman yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Syafaruddin mengungkapkan bahwa ujian secara daring dilakukan peserta baik di rumah atau tempat yang memiliki akses internet.
"Ujian SSE UM-PTKIN ini sedang berlangsung, panitia nasionalnya berada di Bandung. Kita melakukan ujian secara bersama melalui sistem online. Peserta ujian di tempat masing-masing, bisa dirumah atau di semua tempat yang punya akses internet," ungkap Syafaruddin.
Pelaksanaan ujian berlangsung selama 100 menit yang dibagi dalam tiga sesi yang akan dipantau oleh 23 pengawas per sesinya.
Syafaruddin menuturkan bahwa dalam pelaksanaan ujian ini peserta akan dipantau dari awal ujian hingga akhir.
"Untuk di UINSU kita hanya menyiapkan pengawas, mereka yang akan memantau proses ujian itu yang akan berakhir sampai tanggal 6 Agustus nanti.
Para pengawas ini nanti akan memantau jika ada kesulitan menyangkut teknis.
Sistem pengawalan ini juga sudah dikelola dengan baik.
Karena itu kita yakin bahwa sistem ini mudah-mudahan bisa menyaring calon-calon mahasiswa yang berkualitas dan sesuai standar yang kita inginkan," ujarnya.
Dalam pelaksanaan ujian ini, peserta wajib mengunduh aplikasi SSE UM-PTKIN yang digunakan pada laman http://um-ptkin.ac.id.
Adapun jumlah peserta panlok UINSU tahun 2020 ini berjumlah 5497 peserta dengan membahas dua materi ujian yaitu Tes Kemampuan Dasar dan Tes Kemampuan Bidang (IPA, IPS).
Syafaruddin mengungkapkan bahwa sistem soal sudah diatur oleh panitia secara acak dan dipantau melalui webcam sehingga gerak-gerik peserta dapat terpantau.
"Sistem soalnya sudah diatur oleh panitia pusat, posisi mahasiswa yang ujian juga meskipun dia boleh menggunakan di semua tempat tapi ada sistem pengamanan dengan menggunakan webcam yang bisa dipantau oleh para pengawas, dan gerak-gerik dari peserta ujian," ucap Syafaruddin.