Pantang Menyerah, Eks Model Rupawan Sembuh dari Kanker Stadium 4 setelah Rutin Makan Nanas

Mantan model ini mengidap kanker stadium empat. Alih-alih patah semangat, ia berupaya keras menata pola hidupnya dengan gaya hidup sehat.

Tayang:
daily mail
Candice-Marie Fox. (daily mail) 

Diagnosis kanker terkadang dapat mendorong orang untuk melakukan perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan makan dengan sehat

TRIBUN-MEDAN.com - Kanker selalu menyuguhkan ketakutan tersendiri lantaran penyakit ini sangat mematikan.

Tak memandang umur, gender dan batasan geografis. 

Diketahui, kalau kanker menerabas habis pertahanan fisik manusia.

Krisdayanti Tampil Tanpa Make Up saat Pakai Mukena, Begini Wajah Asli Artis yang Kerap Berias Tebal

Rizky Billar Terkejut saat Tahu Sifat Asli Lesty Kejora, Sebut Tak Seperti yang Dibayangkannya

Jarang Diekspose Garangnya TNI AL Indonesia, Ternyata Punya Rudal Mematikan Pelibas Kapal Induk

Sempat Berpisah, Nikita Willy Ungkap Alasan Putus dengan Indra dan Akhirnya Memutuskan Menikah

Ibu yang Anaknya Dibunuh malah Bersahabat dengan Si Pembunuh, Pelaku pun Kuliah dan Jadi Kriminolog

Ungkap Perlakuan Istimewa Sule saat Lina Meninggal, Rizky Febian: Ini The Real Cinta Sejati

Keajaiban selalu datang dalam tiap upaya yang optimis dan tak surut semangat tentunya.

Keajaiban ini dialami oleh mantan model berumur 35 tahun. Siapa dia?.

Dia adalah  Candice-Marie Fox. 

Mantan model ini mengidap kanker stadium empat.

Alih-alih patah semangat, ia berupaya keras menata pola hidupnya dengan gaya hidup sehat.

Candica menuturkan menyatakan bahwa dirinya sembuh dari kanker stadium 4 dengan mengonsumsi nanas secara rutin.

Ia divonis hanya bisa bertahan hidup selama 5 tahun karena kanker tiroid yang dideritanya sejak 2012 lalu.

Wanita ini mengatakan dirinya mempunyai 20 benjolan sejak 2011 di atas tulang selangkanya, dan benjolan tersebut sudah diangkat melalui operasi.

Tetapi ketika penyakit itu menyebar dan dokter mengatakan bahwa ia memiliki waktu hidup maksimum 5 tahun, Candice menolak kemoterapi seumur hidup yang menurutnya telah 'membunuh' teman-temannya.

Candice yang berasal dari Houghton Regis, Hertfordshire, Inggris, mengaku telah melihat teman-temannya yang juga mengidap kanker justru meninggal dunia setelah menjalani kemoterapi.

Akhirnya, ia memperbaiki gaya hidupnya dengan mengonsumsi 3 nanas setiap hari, serta puluhan jeruk, lemon, apel, kiwi dan pisang.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail pada Selasa (30/4/2019), buah-buahan tersebut kaya akan protein bromelain, yang menurut ilmuwan diklaim dapat 'menggerogoti' tumor.

Selain mengonsumsi buah-buahan tersebut, ia juga meninggalkan kebiasaan meminum alkohol serta daging.

Dia juga membuang produk-produk kecantikan yang dipenuhi bahan kimia, berhenti merokok dan melakukan yoga.

"Stres, bahan kimia, dan produk hewani semuanya memberi makan kanker, jadi saya menyingkirkannya."

"Suamiku tidak mendukung dan itu tidak berhasil, kami juga berpisah," tutur Candice.

Setelah mengonsumsinya selama 6 bulan, Candice mengaku kanker ganas yang diidapnya hampir hilang.

Bahkan setelah diperiksa, petugas medis mengonfirmasi Candice benar-benar bebas dari tumor.

Dokter mengatakan jika saja benjolan tersebut tidak hilang, Candice bisa saja kehilangan suaranya dan kemungkinan akan meninggal dalam satu tahun.

Sebelum beralih ke buah-buahan, Candice memang sempat menjalani pengobatan radioaktif di rumah sakit untuk membersihkan sisa kanker.

Tetapi dia ngeri ketika terungkap bahwa kanker telah menyebar ke hati dan bagian belakang lehernya, dengan ada sel-sel pra-kanker juga di paru-parunya.

Melansir NCBI, bromelain merupakan enzim proteolitik yang terdapat di dalam nanas dan memiliki sifat terapeutik.

Bromelain juga bertindak sebagai imunomodulator, anti-metastasis, anti edematosa, anti-trombotik, dan anti-inflamasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa bromelain dapat dijadikan kandidat yang menjanjikan untuk pengembangan strategi terapi antikanker di masa depan.

Meskipun banyak penelitian telah dilakukan mengenai bromelain, ada ulasan terbatas tentang aktivitas antikanker lengkap dari enzim ini.

Fokus dari tinjauan saat ini adalah bukti untuk efek antikanker yang melibatkan penekanan langsung sel-sel kanker, serta mengevaluasi aktivitas anti-inflamasi dan modulasi fungsi sistem kekebalan tubuh.

Mark Simon, direktur Nutritional Oncology Research Institute di California yang telah membantu Candice, telah melihat hasil tesnya.

"Pada titik ini, kita dapat mengatakan ada NED (No Evidence of Disease atau tidak ada bukti penyakit) pada Candice," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan gaya hidup memiliki peran besar dalam penyembuhan kanker.

“Diet memainkan peran utama bersama dengan olahraga teratur, sikap positif, dan bahkan kerohanian."

"Buah-buahan seperti nanas mengandung campuran enzim proteolitik seperti bromelain yang diketahui memiliki aktivitas anti kanker.

Sains tidak memberikan semua jawaban dan kita tetap terbuka untuk kekuatan di luar pemahaman dan pemahaman kita," katanya.

Namun dokter sebenarnya tidak tahu apa yang membuat kanker Candice hilang, apakah benar karena nanas?

"Yang benar adalah kita tidak tahu. Ini jauh lebih mungkin bahwa kanker akan melalui fase diam (tidak berkembang).

Dokter mengatakan bahwa ada satu tahun untuk hidup atau jumlah waktu tertentu tetapi mereka benar-benar tidak tahu waktu yang pasti," kata ahli onkologi Profesor Karol Sikora.

Di sisi lain, Helen Thompson, perawat informasi senior di Cancer Research UK mengatakan tidak ada bukti buah seperti nanas dapat menyembuhkan kanker. 

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa makan nanas, atau buah dalam jumlah besar, dapat menyembuhkan kanker. 

Diagnosis kanker terkadang dapat mendorong orang untuk melakukan perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan makan dengan sehat

Siapa pun yang menderita kanker yang sedang mempertimbangkan diet tertentu atau terapi alternatif harus mendiskusikannya dengan dokter mereka," jelasnya.

(Rosiana Chozanah)

Artikel ini telah tayang di GridHealth.id dengan judul “Divonis Idap Kanker Stadium 4 Mantan Model Ini Pilih Konsumsi Nanas Setiap Hari daripada Kemoterapi, Hasilnya di Luar Dugaan!”

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved