Kesehatan

Mengenal Gejala Wabah Hantavirus yang Tewaskan 3 Penumpang MV Hondius Belanda

Wabah hantavirus menyebabkan penyakit serius pada manusia terutama gangguan paru-paru dan ginjal.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Gemini AI
VIRUS HANTA- Ilustrasi penyebaran dan penularan wabah hantavirus atau virus hanta yang dapat memicu kematian pada manusia. 

Ringkasan Berita:
  • Virus Hanta adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang termasuk dalam famili Bunyaviridae.
  • Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama gangguan paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome/HPS) dan gangguan pembuluh darah serta ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS
  • Di kapal MV Hondius berbendera Belanda, dilaporkan ada tiga penumpang meninggal dunia
  • Dua orang merupakan pasangan suami istri

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Associated Press dan pernyataan resmi operator kapal, Oceanwide Expeditions menyebutkan, ada tiga penumpang kapal pesiar ekspedisi MV Hondius berbendera Belanda yang tewas karena diduga terjangkit wabah hantavirus.

Para penumpang dan kapal tersebut kini tertahan di lepas pantai Cape Verde, Afrika Barat.

Kabar merebaknya wabah hantavirus ini menggemparkan dunia internasional.

Baca juga: Pria Suntikkan Darah yang Mengandung Virus HIV ke Tunangannya, Tak Terima Pernikahan Dibatalkan

Sebab, wabah ini menyebar begitu cepat dengan gejala demam, sakit kepala, hingga nyeri perut.

Para korban yang diantaranya merupakan pria warga negara Belanda sempat mengalami ketiga gejala tersebut.

Lalu, seperti apa sih wabah virushanta ini?

Mengenal Wabah Hantavirus

Laman ayosehat.kemkes.go.id dan Wikipedia menyebut, bahwa wabah hantavirus adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang termasuk dalam famili Bunyaviridae.

Baca juga: Infeksi Virus Nipah Menyerang Organ Apa Saja? IDI: Jangan Makan Daging yang Aneh-aneh

Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, terutama gangguan paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome/HPS) dan gangguan pembuluh darah serta ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS.

Jurnal kesehatan menyebutkan, bahwa wabah virus hanta ini pertama kali diisolasi pada tahun 1976 oleh Ho Wang Lee, dan dinamai dari Sungai Hantan di Korea Selatan, tempat wabah pertama kali ditemukan pada masa Perang Korea tahun 19505. 

Virus Hanta merupakan zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca juga: Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya

Hewan yang menjadi perantara dan penyebar virus Hanta ini adalah tikus.

Di Indonesia, tikus seperti Rattus norvegicus (tikus got) dan Rattus tanezumi (tikus rumah) adalah pembawa virus ini.

Penularan ke manusia terjadi terutama melalui kontak langsung dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi, atau dengan menghirup partikel udara yang mengandung virus dari kotoran hewan pengerat tersebut.

Penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

Baca juga: Mengenal Apa itu Virus West Nile yang Menyerang Israel, Belum Ada Vaksin Penangkal

Ilustrasi virus
Ilustrasi virus (pixabay)

Gejala Virus Hanta

Gejala awal infeksi wabah hantavirus mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.

Pada kasus HPS, gejala berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang dapat mengancam jiwa.

Pada HFRS, gejala bisa berupa demam berdarah dengan gangguan ginjal, perdarahan, dan penurunan fungsi ginjal.

Gejala lengkap meliputi:

  • Demam tinggi (≥ 38,5°C)
  • Sakit kepala, nyeri otot, lemas
  • Mual, muntah, nyeri perut
  • Sesak napas dan batuk pada HPS
  • Perdarahan (muntah darah, BAB berdarah, mimisan)
  • Penurunan jumlah urine (oliguria/anuria)
  • Ruam kemerahan pada kulit dan mata merah

Cara Pengobatan dan Pencegahan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved