Kesehatan

Mengenal Gejala Wabah Hantavirus yang Tewaskan 3 Penumpang MV Hondius Belanda

Wabah hantavirus menyebabkan penyakit serius pada manusia terutama gangguan paru-paru dan ginjal.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Gemini AI
VIRUS HANTA- Ilustrasi penyebaran dan penularan wabah hantavirus atau virus hanta yang dapat memicu kematian pada manusia. 

Hingga kini belum ada obat spesifik atau vaksin untuk virus Hanta, sehingga pengobatan bersifat suportif dan simptomatik, termasuk perawatan intensif untuk pasien dengan gangguan pernapasan atau ginjal berat.

Pencegahan utama meliputi:

  • Menghindari kontak dengan tikus dan hewan pengerat lain

  • Menjaga kebersihan lingkungan dan rumah

  • Menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan) saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi tikus

  • Membersihkan kotoran tikus dengan disinfektan

  • Mengelola sampah dengan baik agar tidak menarik tikus

Insiden di atas MV Hondius

Associated Press menyebutkan, penyebaran wabah hantavirusa di MV Hondius dimulai sejak pertengahan April lalu.

Korban pertama merupakan seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun. 

Ia dilaporkan mengalami gejala demam, sakit kepala, hingga nyeri perut sebelum akhirnya meninggal dunia di atas kapal pada 11 April.

Jenazahnya baru bisa diturunkan dua minggu kemudian di wilayah Saint Helena.

Tragedi berlanjut saat istri korban, yang berusia 69 tahun, dievakuasi ke Afrika Selatan. 

Nahas, ia kolaps di Bandara Internasional Johannesburg saat hendak terbang pulang ke Belanda dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit terdekat.

Satu korban jiwa lainnya adalah seorang warga negara Jerman yang meninggal di atas kapal pada Sabtu (2/5/2026) lalu. 

Saat ini, jenazah korban dilaporkan masih berada di dalam kapal.

Hingga berita ini diturunkan, baru satu pasien yang secara resmi terkonfirmasi positif terinfeksi Hantavirus.

Pasien tersebut adalah seorang pria asal Inggris yang kini dalam kondisi kritis di ruang isolasi ICU sebuah rumah sakit di Afrika Selatan.

Kompas TV menyebutkan, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa meski baru satu kasus yang teruji laboratorium, lima kasus lainnya, termasuk para korban meninggal—memiliki gejala yang identik dengan infeksi Hantavirus.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved