Harga Emas Perhiasan Naik Lagi, Emas 24 Karat Dibanderol Rp 945 Ribu

Harga emas perhiasan dalam satu bulan terakhir pun terus mengalami kenaikan.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Penjual emas saat menawarkan dagangannya kepada calon konsumen di Pasar Tradisional Sikambing Medan. Harga emas perhiasan mengalami kenaikan. 

"Biasa saja, yang beli dan yang jual juga sepi," ungkapnya.

Seorang konsumen emas, Santi mengatakan ia lebih tertarik berinvestasi emas dari pada tanah dan properti.

"Kalau emas ini, lebih mudah menjualnya, jika sewaktu-waktu kita butuh uang," ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, pengamat ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Wahyu Ario Pratomo mengatakan kenaikan harga emas ini selain dipicu kondisi global dan dipengaruhi masyarakat yang menginvestasikan kelebihan dananya untuk membeli emas.

"Emas menjadi alternatif investasi yang menarik saat ini mengingat harganya yang terus naik, sementara pilihan investasi lain seperti surat berharga yang seperti saham yang semakin turun harganya," ucapnya.

Ia menjelaskan emas juga memiliki kelebihan dibandingkan bentuk investasi lainnya seperti tanah, karena emas lebih mudah dicairkan sewaktu-waktu. Berbeda dengan tanah dan rumah yang sulit untuk dijual dalam waktu dekat.

"Investasi emas juga tidak harus memiliki nilai yang besar tidak seperti tanah dan rumah. Sementara itu suku bunga deposito juga semakin turun," katanya.

Harga Emas Dunia Pecah Rekor

Pada Rabu (5/8/2020) kemarin, harga emas dunia kembali memecahkan rekor dengan menembus level 2.000 Dolar AS per troy ounce.

"Rabu pagi, harga emas sudah bertengger di posisi US$2.000 per troy ounce. Atau kalau dirupiahkan sudah mencapai di atas Rp 1 jutaan per gram. Ini harga yang diidamkan investor sejak tahun 2011," kata Pimpinan Cabang PT Equalityworld Futures, William Munandir, Rabu (5/8/2020).

Diakuinya, kenaikan harga emas ini dipicu dari banyaknya masyarakat yang membeli emas sebagai investasi seiring kondisi ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Pandemi yang diperkirakan masih berkepanjangan dapat membuat harga emas akan terus merangkak naik.

Dikatakannya, harga emas saat ini mencatatkan rekor tertinggi setelah tahun 2011. Di mana saat itu, harga emas paling rendah berkisar 1.350 Dolar AS per troy ounce, naik menembus harga 1.900 Dolar AS per troy ounce.

Jadi asumsi masyarakat seluruh dunia atau traders ataupun investor pada waktu itu, harga bisa menembus angka 2.000 Dolar AS atau bahkan bisa mencapai 2.500 Dolar AS per troy ounce.

Tapi ternyata isunya itu tidak kuat. Di bulan September tahun 2011, harga emas langsung turun kembali menjadi 1.100 Dolar AS an per troy ounce meskipun penurunannya terjadi secara berkala.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved