Kurikulum Darurat Jadi Pilihan Belajar Daring, Disdik Sumut Rutin Sosialisasi Virtual Kepada Sekolah
Penerapan kurikulum darurat di Sumut akan segera dilakukan dengan melakukan sosialisasi bersama sekolah-sekolah yang ada di Sumut.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengumumkan adanya penerapan kebijakan pembelajaran di tengah pandemi corona yang disampaikan dalam Webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (7/8/2020)
Dalam webinar tersebut, Nadiem mengumumkan mengenai peluncuran kurikulum darurat yang bisa menjadi pilihan sekolah dan siswa untuk efektivitas belajar daring.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Sumut, Saut Aritonang mengungkapkan, penerapan kurikulum darurat di Sumut akan segera dilakukan dengan melakukan sosialisasi bersama sekolah-sekolah yang ada di Sumut.
"Penerapan kurikulum darurat ini kita dapat informasi langsung dari menteri, tidak tunggu-tunggu dia. Kalau menteri mengumumkan seperti itu, semua menyesuaikan.
• Kemendikbud Luncurkan Kurikulum Darurat, SMAN 1 Medan Masih Lakukan Kajian
Kami tetap beberapa informasi terus diberikan seperti hari kamis lalu, besok, hingga Kamis depan juga tetap kami sosialisasikan rutin tapi kita lakukan secara virtual," ungkap Saut kepada Tri bun Medan, Senin (10/8/2020).
Kurikulum Darurat ini menjadi pilihan sekolah dan siswa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (pjj). Kurikulum darurat ini tidak wajib dipilih dan dapat menjadi opsi pembelajaran bagi sekolah di tengah pandemi.
Nantinya, kurikulum darurat ini siswa akan fokus kepada mata pelajaran tertentu dengan beban materi yang berbeda dengan kurikulum biasanya. Selain itu, para guru juga memiliki beban yang berkurang sehingga tersedia acuan kurikulum yang lebih sederhana.
Saut sendiri menuturkan bahwa pembelajaran daring dengan kurikulum 2013 yang masih digunakan di tengah pandemi tidak efektif digunakan bagi para siswa.
"Yang pasti kalender akademik itu tidak pernah berubah, yang berubah itu metode mengajarnya. Karena metodenya itu daring, sehingga tidak efektif betul proses daring itu.
• Dinas Pendidikan Karo Arahkan Guru Tetap Sesuaikan Pembelajaran di Rumah dengan Kurikulum
Apapun kurikulumnya kalau jarak jauh pasti tidak seefektif dengan kurikulum tatap muka. Kesiapan siswa menerima pelajaran, siswa bisa tidak disiplin dia," ujar Saut.
Mengenai penerapan kurikulum darurat ini, sekolah sudah mulai mengkajinya apakah dapat diterapkan di sekolah. Saut sendiri juga mengakui belum tahu sampai kapan nantinya kurikulum darurat ini dapat terlaksana mengingat tren pandemi corona terus meningkat.
"Ini erat kaitannya dengan pandemi Covid 19, kapan pandemi ini normal, mengikutlah dia aktivitas termasuk kurikulum. Kalau rapat kami tadi di Gugus Tugas, sampai 10 Desember masih tetap sosialisasi dan melakukan swab secara rutin karena sampai sekarang tren masih naik. Kalau tren masih naik, ditanya sampai kapan ya kita belum tahu," pungkas Saut.(cr13/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ombus-ombus-bos.jpg)