Update Covid19 Sumut 12 Agustus 2020
Jawaban Pemkab Sergai soal Insentif Dokter yang Terlibat Penanganan Covid-19
Kan ada mekanisme penganggaran uang negara. Semua kami usulkan (untuk dokter dan paramedis), kembali kepada kekuatan anggaran
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
T RI BUN-MEDAN.com-
Di tengah situasi pandemi Covid-19, Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) dinilai belum memberikan perhatian terhadap kalangan dokter dan paramedis.
Padahal, mereka yang berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19.
Beberapa bulan bekerja di tengah pandemi Covid, insentif belum juga diterima.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sergai pun mengakui hal ini.
Ketua IDI Sergai, dr Teuku Putra mengakui kalau masalah insentif ini adalah salah satu yang sekarang ditunggu-tunggu oleh para dokter.
• Polisi tak Main-main, Wakapolri Ancam Copot Kapolres, Kapolda jika tak Serius Tangani Corona
Dianggap wajar ada insentif untuk dokter lantaran dalam penanganan covid ada hal yang dipertaruhkan terutama kesehatan sendiri maupun keluarga.
"Perhatian (Pemkab) enggak ada. Pemerintah masukkan nama kita tapi kita tidak dilibatkan apa-apa. Makanya ya udahlah mereka (terserah Pemkab). Belum ada insentif memang, mana ada kita dapatkan. Enggak ada kita dapat apa mau kita bilang?,"ucap dr Teuku Putra.
Ia menyebut apa yang disampaikannya itu adalah masukan dari para anggota IDI.
Untuk di Kabupaten Sergai jumlahnya sendiri mencapai 130 an orang.
Diakui kalau hal ini pun sudah disampaikan kepada DPRD Sergai yang ketuanya juga seorang dokter yakni dr Riski Ramadhan Hasibuan.
" Sama dokter Riski lagi diusahakan supaya keluar (insentifnya). Anggota IDI Sergai belum ada memang yang kena covid-19. Yang terpapar di RSUD Sultan Sulaiman itu (anggota) IDI Medan. Arahan kita ya jaga kondisi masing-masing lah terapkan protokol kesehatan terus. Permintaan sama Pemerintah itu ya APD sama insentif itu,"kata dr Teuku Putra.
Bupati Sergai, Soekirman tidak bersedia untuk mengomentari perhatian Pemkab kepada dokter ini.
Saat dihubungi melalui telepon selulernya ia pun tidak mau menjawab panggilan T ri bun-Medan.com.
Sementara itu Kadis Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit yang dikonfirmasi mengakui kalau saat ini belum ada insentif untuk kalangan dokter dan paramedis yang ikut dalam penanganan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasien-pdp-covid-19-3.jpg)