TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menikmati Mantau, Penganan Khas Tionghoa di Medan
Anda penyuka penganan Mantau? Tak perlu jauh-jauh ke Balikpapan untuk menikmati camilan ini. Di Kota Medan juga bisa lho.
Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Anda penyuka penganan Mantau? Tak perlu jauh-jauh ke Balikpapan untuk menikmati camilan ini. Di Kota Medan juga bisa lho.
Penganan khas Tionghoa yang berkembang di Nusantara ini, dan populer di Balikpapan, merupakan penganan sejenis roti tanpa isi.
Bentuknya hampir mirip dengan bakpau. Hanya saja penganan Mantau tak memiliki isi di dalam rotinya.
Penganan yang dapat disajikan dengan digoreng maupun dikukus ini tak mudah untuk didapatkan di Kota Medan.
Biasanya hanya terdapat di kafe-kafe ala Tionghoa dan kafe besar.
Satu di antaranya di Coffee Crowd yang ada di mal-mal Kota Medan.
Biasanya Mantau dijual per porsi. Satu porsi ada tiga potong roti, dan selai.
Harga Mantau satu porsi biasanya dibanderol dari Rp 15 ribuan sampai Rp 20 ribuan.
Dalam catatan sejarahnya, penganan yang merupakan khas Tionghoa ini mengalami proses akulturasi di Nusantara. Sehingga, penganan ini menjadi populer dan menjadi penganan khas Balikpapan.
Mantau yang rasanya seperti kue Cakwe ini merupakan roti murni, atau kalau sebagian orang Medan menyebutnya roti manis.
Penganan yang terbuat dari tepung terigu pilihan ini, diolah sedemikian rupa agar menciptakan tekstur rasa yang lembut.
Selain itu, penyajian Mantau yang di Kota Medan ditemui adalah Mantau yang digoreng, tidak dikukus seperti bakpao.
Penganan ini berwarna cokelat sawo matang, dengan permukaan kering mengkilap.
Hal ini karena sewaktu mengolah atau menggoreng Mantau, digenangkan di dalam minyak, lalu ditiriskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penganan-mantau-khas-tionghoa.jpg)